Jakarta -
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto membeberkan 11 dari 12 korporasi tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terafiliasi dengan pihak asing. Belasan korporasi tersebut menyebabkan karhutla seluas 11 ribu hektare.
"Ini adalah korporasi yang terafiliasi PMA (penanaman modal asing) atau asing ada 22 korporasi, Bapak, 11 korporasi ini dari 23 korporasi yang telah ditetapkan tersangka, nah 11 korporasi ini kalau dari konsesi 209.933 hektare yang terbakar 11.105,39 hektare," kata Jenderal Suyudi saat memberi pemaparan di sidang kabinet, seperti dilihat detikcom di YouTube @SekretariatPresiden, Jumat (23/10/2026).
Suyudi menyebut 12 korporasi terafiliasi asing lainnya belum ditetapkan tersangka. Namun, 12 korporasi tersebut memiliki konsesi lahan yang juga terbakar.
"Yang 12 korporasi belum tersangka luas konsesinya 166.756 hektare yang terbakar 8.849 hektare," ucap dia.
Suyudi membeberkan 11 korporasi terafiliasi asing yang sudah ditetapkan sebagai tersangka berada di Kalimantan. Paling banyak, lanjut dia, berada di Kalimantan Barat (Kalbar).
"Nah dari 11 korporasi ini 8 korporasi di Kalbar, 2 korporasi di Kalteng, 1 korporasi di Kalsel," ujar dia.
243 Orang dan 13 Korporasi Ditetapkan Tersangka
Sebelumnya, Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan perkembangan penegakan hukum terkait kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi Indonesia. Suyudi mengatakan saat ini sudah ada 243 orang dan 13 korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka.
"Kami izin sampaikan terkait penegakan hukum karhutla yang kami laksanakan, pertama terkait perorangan ada 13 Polda yang lakukan penegakan hukum, 286 LP, luas yang terbakar 5.856 hektare, jumlah tersangka 243, dalam lidik 32, henti lidik 9, proses sidik lanjut 189, selesai 56 perkara. Ini untuk kasus perorangan," kata Jenderal Suyudi saat memberi pemaparan di sidang kabinet, seperti dilihat detikcom di YouTube @SekretariatPresiden, Jumat (23/10).
Kemudian, Jenderal Suyudi memaparkan terkait tersangka korporasi imbas karhutla. Dia menyebut ada 13 korporasi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Untuk korporasi berdasarkan laporan terakhir tanggal 20 Oktober pukul 18.00, penegakan hukum yang kami lakukan di 10 polda dan 1 Dirtippidter Bareskrim itu ada 100 LP, luas yang terbakar 29.534,99 hektar, jumlah tersangka 13, henti lidik 6, proses penyidikan 94 kasus," ucap Suyudi.
(maa/dhn)