Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

1.300 Warga Kalsel Terdampak ISPA Imbas Karhutla, Dinkes Sebar 400 Ribu Masker

Dalam sepekan terakhir, tercatat sebanyak 1.300 warga mengalami ISPA di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. #newsupdate #update #news #text

Kumparan 2 menit baca 0 komentar
1.300 Warga Kalsel Terdampak ISPA Imbas Karhutla, Dinkes Sebar 400 Ribu Masker
Foto: Kumparan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kesehatan terus mengintensifkan penanganan dan pencegahan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Upaya ini dilakukan seiring memburuknya kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten dan kota.

Dalam sepekan terakhir, tercatat sebanyak 1.300 warga mengalami ISPA di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Mayoritas warga yang mengalami ISPA tersebut menjalani rawat jalan.

“Kita melakukan pencatatan setiap minggu. Untuk minggu terakhir, tercatat ada sebanyak 1.300 warga yang mengalami ISPA. Namun, mayoritas hanya menjalani rawat jalan. Jumlahnya terus mengalami peningkatan selama penyebab ISPA itu sendiri masih ada,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, saat dihubungi melalui telepon, Minggu (25/10/2026).

Sebagai langkah pencegahan, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan. Dinas Kesehatan mencatat, kegiatan edukasi telah dilakukan di lebih dari 113 titik, yang mencakup fasilitas kesehatan, pondok pesantren, hingga perguruan tinggi. Edukasi tersebut berfokus pada pentingnya pencegahan ISPA dan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Selain edukasi, pendistribusian masker kepada warga dan relawan juga menjadi prioritas. Hingga saat ini, lebih dari 400 ribu masker telah disalurkan untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan polusi dan debu.

“Pendistribusian masker kepada warga dan relawan juga menjadi prioritas. Tercatat sudah lebih dari 400.000 masker disebarkan guna melindungi masyarakat dari paparan polusi atau debu,” ungkapnya.

Diauddin menambahkan, tim kesehatan disiagakan selama 24 jam, terutama di posko utama di wilayah Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Posko tersebut juga didukung oleh tim siaga yang mendampingi para relawan.

“Berdasarkan data di lapangan, kelompok usia yang paling banyak terdampak ISPA adalah usia dewasa, sejalan dengan jumlah kepadatan penduduk pada usia tersebut. Jumlah kasus terbanyak masih tercatat di tiga daerah, yakni Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar,” katanya.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.