Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

2 Bus Oksigen Keliling Beroperasi di Palangkaraya, Berikan Fasilitas Udara Bersih Secara Gratis

Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin meluncurkan layanan bus oksigen keliling gratis.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
2 Bus Oksigen Keliling Beroperasi di Palangkaraya, Berikan Fasilitas Udara Bersih Secara Gratis
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Mungkin oksigen lebih berharga ketimbang emas buat mereka yang hidup di Kalimantan hari-hari ini. Dikepung asap akibat kebakaran hutan membuat udara bersih menjadi komoditas yang sangat mahal di Kalimantan. 

Dikutip dari Radar Kalteng Senin (19/10), menjawab kebutuhan oksigen buat warganya Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin meluncurkan layanan bus oksigen keliling gratis pada Jumat (16/10) sebanyak dua unit. Program gratis hasil ini merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Palangkaraya.

Langkah jemput bola ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pelayanan oksigen. Apalagi kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih tinggi.

Data Dinkes Palangkaraya mencatat 7.298 kasus ISPA sepanjang 2026. Seluruh 11 puskesmas di kota ini pernah melaporkan kasus tersebut, meskipun jumlah kasus yang ditemukan di setiap wilayah berbeda-beda.

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya Riduan mengatakan bus oksigen keliling merupakan pengembangan dari program rumah oksigen yang telah berjalan sebelumnya.

Kehadiran armada tersebut bukan untuk menggantikan layanan yang sudah ada, tapi memperluas jangkauan pelayanan agar semakin dekat dengan masyarakat. “Ini merupakan pemerataan pelayanan, kami menyiapkan strategi lain dengan mendatangi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Pada hari pertama operasional, bus oksigen ditempatkan di Puskesmas Menteng. Selanjutnya, lokasi pelayanan akan disesuaikan kebutuhan di lapangan. Termasuk wilayah yang mengalami paparan asap cukup tebal.

Pemkot Palangkaraya menyiapkan dua bus yang masing-masing dilengkapi tujuh tabung oksigen. Dengan fasilitas tersebut, setiap bus dapat melayani hingga tujuh orang dalam waktu bersamaan.

Pelayanan juga didukung tenaga kesehatan yang bertugas memeriksa kondisi warga. Termasuk mengukur saturasi oksigen dalam darah menggunakan alat oksimetri. Hasil pemeriksaan menjadi salah satu pertimbangan petugas menentukan kebutuhan pemberian oksigen dan penanganan lebih lanjut. “Kalau di bawah 90, berarti memerlukan penanganan dengan pemberian oksigen lebih lanjut,” jelas Riduan.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.