Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

2 Rudal Hantam Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Trump Sebut 'Serangan Kecil'

Dua rudal menghantam Pulau Qeshm yang dikuasai Iran di Selat Hormuz. Trump tak secara langsung mengakuinya, namun menyebut AS melancarkan "serangan kecil".

Detik 3 menit baca 0 komentar
2 Rudal Hantam Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Trump Sebut 'Serangan Kecil'
Foto: Detik

Teheran -

Sedikitnya dua rudal dilaporkan menghantam Pulau Qeshm yang dikuasai Iran di perairan Selat Hormuz. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak secara langsung mengakui serangan itu, namun menyebut AS memang melancarkan "serangan kecil" menargetkan "perangkat anti-pesawat" buatan Iran.

Serangan terbaru terhadap Pulau Qeshm itu, seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (7/11/2026), dilaporkan oleh kantor berita Iran, Tasnim, yang menyebut setidaknya dua rudal menghantam Pulau Qeshm pada Sabtu (7/11) waktu setempat.

Belum ada informasi resmi mengenai kerusakan yang ditimbulkan oleh kedua rudal tersebut.

Laporan televisi pemerintah Iran menyebutkan terjadinya dua ledakan di pulau terbesar yang ada di Selat Hormuz tersebut.

Kantor berita pemerintah IRNA, secara terpisah, melaporkan bahwa berdasarkan keterangan saksi mata, dua proyektil menghantam area Suza di Pulau Qeshm, yang berada di wilayah selatan Iran, setelah terdengar suara pesawat mengudara di atas pulau tersebut.

Militer Iran, dalam pernyataan pada Sabtu (7/11) pagi, melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya telah "menghantam dan menghancurkan" sebuah drone AS yang mengudara di atas Pulau Qeshm. Pernyataan militer Iran itu tidak menyebutkan apakah pulau tersebut memang kembali diserang.

Sebelumnya, tepatnya pada Senin (2/11) waktu setempat, AS melancarkan serangan terhadap Pulau Qeshm, yang diklaim oleh seorang pejabat Washington sebagai "serangan defensif" dan tidak menandai dimulainya kembali operasi militer berskala besar.

Citra satelit yang diambil tahun 2020 menunjukkan jaringan pulau Iran, di gerbang masuk Selat Hormuz, yang terdiri atas Pulau Hormuz (kanan), Pulau Larak (tengah) dan Pulau Qeshm (kiri)Citra satelit yang diambil tahun 2020 menunjukkan jaringan pulau Iran, di gerbang masuk Selat Hormuz, yang terdiri atas Pulau Hormuz (kanan), Pulau Larak (tengah) dan Pulau Qeshm (kiri) Foto: dok AFP

Menurut sejumlah pejabat Washington, yang dikutip Wall Street Journal (WSJ) dalam laporannya pada saat itu, serangan terhadap Pulau Qeshm itu merupakan rangkaian serangan terbatas yang dilancarkan secara diam-diam oleh AS terhadap Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Serangan semacam itu, sebut seorang pejabat AS lainnya yang dikutip WSJ, merupakan "langkah defensif" sebagai respons atas tindakan Iran yang menggunakan rudal darat-ke-udara untuk menargetkan aset-aset AS di kawasan Timur Tengah.

Laporan WSJ menambahkan bahwa AS memang tidak secara terbuka mengumumkan serangan-serangan itu, agar tidak memberikan sinyal adanya niat untuk melanjutkan operasi tempur berskala besar.

Ditanya Soal Serangan Rudal di Qeshm, Trump Sebut 'Serangan Kecil'

Trump menolak untuk menjawab secara langsung ketika ditanya oleh wartawan mengenai laporan serangan rudal terbaru terhadap Pulau Qeshm, Iran. Namun Presiden AS itu mengatakan bahwa "serangan-serangan kecil" telah dilancarkan.

Dia juga mengklaim bahwa sebuah perangkat anti-pesawat buatan Iran telah dihancurkan.

"Saya tidak ingin membahasnya. Kita memang melakukan serangan-serangan kecil," kata Trump ketika ditanya soal apakah AS berada di balik serangan terbaru di Pulau Qeshm.

"Mereka (Iran-red) membangun semacam perangkat anti-pesawat. Dan kita melumpuhkannya dalam waktu sekitar 15 menit, mungkin lima menit," sebutnya.

Lebih lanjut, Trump mengatakan bahwa pemerintahannya sedang melakukan kontak dengan perwakilan Teheran. "Kita sedang berurusan dengan pihak Iran, kita lihat saja bagaimana perkembangannya nanti," ucapnya.

(nvc/idh)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.