JawaPos.com - Salah satu janji paling momenumental dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka adalah menghadirkan 19 juta lapangan pekerjaan. Sampai hari ini, janji tersebut kerap ditagih oleh masyarakat.
Tepat 2 tahun pemerintahan, kerja-kerja Gibran lebih banyak berada di belakang Presiden Prabowo. Dalam arti, ikut mengawal program prioritas presiden seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski narasi yang dibawakan oleh mantan wali kota Solo itu bisa membuat partai koalisi bertanya-tanya, namun dia menunjukkan posisi yang jelas.
”Ketika ada keracunan beliau cek ke lapangan, bagaimana penanganan masalah tersebut, menyapa para korban untuk menyantuni biayanya sampai sembuh, kemudian beliau menyampaikan soal fokus dulu bawa bekal dari rumah, jangan dulu menyantap MBG yang masih belum selesai investigasi,” kata Direktur TRIAS Politika Strategis Agung Baskoro saat diwawancarai pada Senin (19/10).
Agung tidak menampik, keterangan yang disampaikan Gibran terkait MBG bisa diartikan macam-macam. Termasuk oleh partai pendukung pemerintahan. Namun, pada dasarnya Gibran tengah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program prioritas Prabowo di lapangan.
”Ini penting sebagai bagian untuk mengawasi program-program yang dilakukan oleh pemerintah dan di titik ini peran Mas Wapres Gibran dalam tanda petik menjaga kualitas program,” ujarnya.
Tidak hanya MBG, Sekolah Rakyat sebagai program prioritas Presiden Prabowo juga dikawal oleh Gibran. Pada Kamis, 8 Agustus 2025, Gibran menegaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang lebih layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
”Untuk program pendidikan, Pak Presiden punya Program Sekolah Rakyat, ada asramanya, anak-anaknya (diberi) makan 3 kali sehari,” ucap Gibran dikutip dari laman resmi Sekretariat Wapres.
Menurut Gibran, Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada perluasan akses pendidikan, melainkan juga pada pembentukan karakter. Sistem asrama diharapkan membuat anak-anak hidup lebih mandiri sejak dini. Sebab, mereka dididik untuk tidak tergantung pada orang tua.
”Nyuci sendiri, tidur sendiri, semuanya sendiri,” imbuh putra sulung Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tersebut.