Presiden Prabowo Subianto. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Lanjutkan dari posisi terakhir
Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto selama 2 tahun terakhir dinilai masih memiliki pekerjaan berat tentang pendidikan dan ekonomi.
Presiden Prabowo Subianto. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto selama 2 tahun terakhir dinilai masih memiliki pekerjaan berat tentang pendidikan dan ekonomi. Prabowo harus mampu menyelesaikan persoalan kemiskinan, terutama bagi anak-anak muda. Ketua DPW Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Banten, Muhamad Syamsul Hidayat mengatakan, kepemimpinan Prabowo diwarnai dengan berbagai dinamika politik, sosial dan global. “Presiden kita memimpin dalam kondisi global yang sangat dinamis. Kemudian kondisi dalam negeri juga masih memerlukan banyak perbaikan. Oleh karena itu, momentum dua tahun pemerintahan ini perlu menjadi bahan refleksi bersama,” kata Syamsul dalam diskusi publik, Kamis (22/10). Program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta target swasembada pangan dan energi menjadi sorotan masyarakat. Program ini perlu dikawal agar tepat sasaran. Baca Juga: PLN Siapkan Sistem Kelistrikan Hadapi Lonjakan PLTS 100 GWp Pasalnya program-program ini bisa memberikan dampak besar bila dikelola dengan benar. Seperti Sekolah Rakyat yang memiliki posisi strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan. “Sekolah Rakyat ini didirikan untuk memutus mata rantai kemiskinan. Anak-anak dari keluarga miskin diberikan fasilitas pendidikan secara penuh oleh negara agar ke depan memiliki masa depan yang lebih baik dan mampu mengubah kondisi ekonomi keluarganya,” imbuhnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan adanya tren penurunan angka kemiskinan secara kuantitatif. Dengan pendidikan yang merata diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Kita tentu tidak berhenti pada angka kuantitatif penurunan kemiskinan. Jauh lebih dalam, kita harus melihat bagaimana kehidupan, terutama anak-anak muda, agar benar-benar bisa keluar dari jurang kemiskinan,” jelasnya. Ia menambahkan,pemerintah perlu lebih fokus pada pemberdayaan generasi muda melalui pembukaan akses ekonomi, pelatihan keterampilan dan penyelarasan kemampuan sesuai kebutuhan pasar kerja.
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.