Presiden RI Prabowo Subianto. (Tim Presiden)
Lanjutkan dari posisi terakhir
Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pelaksanaan Asta Cita menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam evaluasi kebijakan pemerintah.
Presiden RI Prabowo Subianto. (Tim Presiden)
JawaPos.com - Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pelaksanaan Asta Cita menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam evaluasi kebijakan pemerintah. Penguatan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dinilai sebagai bagian penting dari upaya membangun fondasi pembangunan nasional untuk jangka panjang. Pernyataan itu disampaikan pengamat politik dari UPN Veteran Jakarta, Asep Kamaludin, dalam diskusi publik bertajuk “Refleksi Dua Tahun Asta Cita Presiden Prabowo, Apa yang Sudah Terasa?” di Jakarta, Kamis (22/10). Asep menilai sejumlah agenda Asta Cita memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Ia menyoroti dua aspek utama, yakni pengembangan kualitas manusia dan pemenuhan kesejahteraan dasar. Menurutnya, langkah-langkah yang ditempuh pemerintahan Prabowo merupakan bagian dari upaya memperbaiki persoalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kebijakan yang dihadirkan diharapkan dapat mempersiapkan generasi mendatang agar memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Baca Juga: Komit Dukung Santri dan Madrasah, Presiden Prabowo Tingkatkan Kesejahteraan Guru hingga Beasiswa “Yang pertama adalah penguatan SDM dan kesejahteraan dasar. Dalam hal ini, banyak perbaikan yang dilakukan oleh Pak Prabowo,” ujar Asep. Ia menjelaskan, pembangunan nasional semestinya tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada masa sekarang. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa generasi berikutnya memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan bangsa. “Pak Prabowo ini sebenarnya menegaskan satu hal bahwa yang dia berikan itu bukan hanya generasi masa sekarang, bukan hanya generasi saat ini, tapi bagaimana generasi yang akan datang bisa hidup, tumbuh, dan berkembang untuk menjaga Indonesia,” tegasnya. Asep turut menyoroti perhatian terhadap perkembangan anak sejak usia dini. Menurut dia, pemenuhan kebutuhan dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak merupakan salah satu aspek penting dalam membangun kualitas SDM secara berkelanjutan. Ia memandang perhatian terhadap generasi sejak usia balita sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa. Investasi pada tahap awal kehidupan dinilai penting karena berkaitan dengan peluang generasi mendatang untuk berkembang secara optimal. Baca Juga: BRI Umumkan Rencana Buyback Saham Tahap II senilai Rp 1 Triliun “Nah, lewat Asta Cita ini juga Pak Prabowo memberikan empati dan perhatian terhadap permasalahan tumbuh kembang generasi, yang diperhatikan sejak mereka balita. Itu sifat empati yang jarang dimiliki, menurut saya, oleh para pemimpin,” tuturnya. Lebih lanjut, Asep berharap berbagai program yang dijalankan pemerintah dapat memberikan hasil yang semakin nyata seiring berjalannya waktu. Menurut dia, keberlanjutan pelaksanaan program menjadi salah satu faktor penting agar manfaat pembangunan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Ia juga berharap hasil pembangunan tidak hanya dinikmati oleh kelompok usia muda, tetapi turut memberikan manfaat bagi generasi yang lebih tua. “Saya yakin di tahun ketiga, tahun keempat itu akan lebih banyak hasilnya, akan lebih terasa dampaknya bukan hanya untuk generasi muda, tapi generasi di atas kita juga,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Aktivis Pejuang Keadilan Dendi Budiaman mengajak masyarakat, kalangan mahasiswa, serta media massa untuk terus mengawasi pelaksanaan program pemerintahan Prabowo dalam tiga tahun mendatang. Baca Juga: Prabowo: Lebih Baik Saya Tidak Jadi Presiden jika Rakyat Terus Miskin Menurut Dendi, apresiasi terhadap capaian pemerintah perlu disertai pengawasan dan evaluasi secara kritis. Langkah tersebut diperlukan agar berbagai kebijakan yang telah dirancang dapat dijalankan sesuai tujuan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menekankan, pemerintahan tidak terlepas dari kekurangan. Karena itu, masyarakat perlu mengambil bagian dalam mengawal kebijakan sekaligus memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang masih membutuhkan perbaikan. “Pak Prabowo ini bukan malaikat. Dua tahun ini tentu saja tidak lepas dari cacat. Maka itu kita harus kawal bersama dan apresiasi capaian-capaian yang telah dilakukan,” ucap Dendi. Dendi menambahkan, peran masyarakat sipil tidak hanya terbatas pada memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintah. Keterlibatan publik juga diperlukan untuk mengawasi pelaksanaan kebijakan, menyampaikan masukan, serta mendorong penyelesaian berbagai kendala yang muncul di lapangan. Ia menilai keseimbangan antara apresiasi dan kritik dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Dengan pengawasan yang berkelanjutan, program-program pemerintah diharapkan dapat berjalan lebih optimal. “Memang ada banyak capaian, meskipun ada juga banyak masalah. Maka dari sinilah peran kita sebagai masyarakat sipil untuk mengawal,” pungkasnya.
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.