Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Golkar Beri Nilai Apik dan Jadi Modal Periode Kedua

Dalam dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, Idrus Marham menegaskan dukungan Partai Golkar untuk agenda strategis pemerintah.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Golkar Beri Nilai Apik dan Jadi Modal Periode Kedua
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memasuki dua tahun masa kepemimpinan. Keduanya dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu. Perjalanan dua tahun kepemimpinan dinilai memberikan fondasi kokoh bagi masa depan bangsa.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menyoroti komitmen persatuan yang terus diusung Prabowo sejak memenangkan kepercayaan publik pada pertengahan 2024. Ia menilai narasi kebangsaan yang dibawa Prabowo berhasil mempererat kohesi sosial dan persatuan nasional.

"Sejak beliau terpilih sebagai presiden pada tanggal ketika itu 25 Mei 2024, itu sudah menyampaikan pidato yang mengajak kepada seluruh anak bangsa menyadari kesadaran berbangsa," kata Idrus saat ditemui di Jakarta pada Senin (19/10).

Idrus membeberkan kerangka pemikiran komprehensif yang menopang tiap arah kebijakan pemerintahan saat ini. Menurutnya, pijakan utama yang mendasari kepemimpinan Prabowo-Gibran berorientasi pada rasa memiliki terhadap tanah air.

"Yang pertama adalah ada kesadaran berbangsa, bahwa Indonesia ini adalah rumah besar kita bersama yang harus dirawat bersama, yang harus dibangun bersama," jelas Idrus.

Selain itu, ia menegaskan bahwa prinsip-prinsip kebangsaan senantiasa disandarkan pada nilai ideologis yang kuat, yakni Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, yang menjadi rujukan dalam mengejar cita-cita bernegara.

"Nah, setelah ini ada ideologi dan falsafah adalah visi kita ya, sebagaimana yang diatur di dalam Undang-Undang Dasar yaitu pembukaan, alinea keempat itu, itu jelas di situ. Jadi visi pembangunan itu adalah tujuan bernegara itu sendiri, di situ ada empat dia jelaskan," tuturnya.

Ia menambahkan seluruh garis kebijakan strategis pemerintah memang diproyeksikan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional yang selaras dengan falsafah Pancasila.

Di sisi lain, Idrus juga menyinggung pembentukan kabinet pemerintahan yang merangkul berbagai latar belakang secara inklusif sebagai langkah konkret konsolidasi politik. "Dalam menentukan tim dan kabinet ini memang resikonya adalah besar karena apa tadi Pak Prabowo, ini harus dirawat bersama dan karena itu Pak Prabowo mengajak seluruh elemen-elemen apakah itu dari partai atau bukan dari partai dan berbagai suku, berbagai agama. Nah, ini memang resikonya adalah adalah adalah banyak jumlahnya," beber Idrus.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.