Presiden Prabowo Subianto (kanan). (Istimewa)
Lanjutkan dari posisi terakhir
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki keberpihakan kepada rakyat miskin. Hal ini ditunjukan dari program-program sosial yang diperbanyak.
Presiden Prabowo Subianto (kanan). (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki keberpihakan kepada rakyat miskin. Hal ini ditunjukan dari program-program sosial yang diperbanyak. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro mengatakan, selama dua tahun terakhir pemerintah melanjutkan sejumlah program sosial. Manfaat dari program ini diharapkan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. “Kami mengapresiasi capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya dari sisi peningkatan kualitas dan keberlanjutan program-program kesejahteraan rakyat. Ada upaya yang konsisten untuk memastikan program tersebut tetap berjalan dan kualitas pelaksanaannya di lapangan terus membaik,” kata Agung di Jakarta, Selasa (20/10). Agung beranggapan bahwa terlihat adanya keberpihakan kepada rakyat prasejahtera. Hal tersebut tercermin dari lahirnya berbagai inisiatif program baru yang secara spesifik dirancang untuk menopang ketahanan ekonomi masyarakat kelas bawah. Baca Juga: 2 Tahun Prabowo-Gibran, Industri Ritel Masih Punya Napas Asalkan Daya Beli Kelas Menengah Terjaga Langkah-langkah strategis tersebut, kata Agung, berdampak langsung pada perluasan cakupan bantuan sosial yang disalurkan oleh negara. “Keberpihakan kepada masyarakat miskin ini memunculkan berbagai inisiatif program yang mendorong peningkatan jumlah penerima manfaat. Artinya, jangkauan program sosial pemerintah kini menjadi lebih luas dan mampu menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” imbuhnya. Dia menyakini tahun ketiga kepemimpinan Prabowo masih akan meningkatkan program sosial. Namun, perlu ada perluasan manfaat agar program ini berjalan efektif. Meski demikian, Agung memberikan catatan bahwa peningkatan jumlah penerima manfaat ini harus terus diimbangi dengan akurasi pendataan di lapangan. "Tantangan krusial ke depan bukan sekadar seberapa banyak bantuan yang disalurkan, melainkan seberapa presisi dan transparan pemutakhiran data kelompok rentan yang menjadi sasaran. Pemantauan terhadap ketepatan sasaran inilah yang akan menentukan efektivitas pengentasan kemiskinan yang sesungguhnya," pungkasnya.
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.