Pengamat Politik Ayip Taryana. (Istimewa)
Lanjutkan dari posisi terakhir
Pemerintah dinilai sedang melakukan transisi ekonomi-politik dalam 2 tahun kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Pengamat Politik Ayip Taryana. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah dinilai sedang melakukan transisi ekonomi-politik dalam 2 tahun kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Pengamat Politik Ayip Taryana mengatakan, kepemimpinan Prabowo-Gibran harus ditelusuri dengan konsistensi antara gagasan sebelum menjabat dan implementasinya dalam kebijakan pemerintah. Baginya, buku Paradoks Indonesia bisa dijadikan rujukan untuk menyelarahkan pemikiran Prabowo dengan kebijakan konkretnya. “Indikator untuk melakukan refleksi dan evaluasi pemerintahan sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan melihat apakah Prabowo melaksanakan gagasan-gagasannya yang telah ia pikirkan sejak sebelum menjadi presiden,” ujar Ayip, Selasa (20/10). Baca Juga: Khalid Basalamah Akui Kembalikan USD 354.500 ke KPK dalam Sidang Dugaan Korupsi Kuota Haji Dalam buku ini, kata Ayip, Prabowo menyoroti nasib masyarakat Indonesia yang dianggap masih memiliki banyak kekurangan ekonomi. Padahal Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam besar. "Ada satu kalimat menarik dalam buku Paradoks Indonesia: Indonesia adalah negara kaya, tetapi masyarakatnya biasa saja," sambungnya. Kegelisahan Prabowo sebelum menjabat ini memperlihatkan persoalan warga. Maka konsistensi Prabowo bisa diukur dengan kebijakan politik yang dibuatnya setelah menjabat. Menurut dia, Asta Cita merupakan penjabaran visi dan misi Prabowo ke dalam agenda prioritas pemerintahan. Karena itu, Asta Cita dapat menjadi acuan untuk menilai sejauh mana gagasan Prabowo sebelum menjabat telah diterjemahkan menjadi kebijakan konkret. Baca Juga: IHSG Bakal Berubah Tanpa Saham HSC, Analis Ingatkan Investor Tak Gegabah “Asta Cita ibarat jembatan antara gagasan Prabowo yang ada di bukunya dan implementasinya dalam bentuk kebijakan,” jelasnya. DIrektur Eksekutif Indeks Data Nasional ini menyampaikan, tiga buku Prabowo Paradoks Indonesia, Strategi Transformasi Bangsa, dan Indonesia Menang layak untuk dibaca oleh publik. Dengan begitu, masyarakat bisa memahami arah kebijakan pemerintah. "Itu perlu dilakukan agar kita tidak salah paham, memahami arah kebijakan pemerintah, dan mengetahui kapan harus menagih janji pemerintah," ungkapnya. Sejalan dengan evaluasi terhadap konsistensi gagasan dan kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran, pembahasan juga mengarah pada peran negara dalam menentukan arah pembangunan ekonomi. Sementara, Direktur Riset Kebijakan Publik Infast Bestari, Muhammad Ridha, melihat perubahan peran negara sebagai salah satu aspek penting dalam memahami arah kebijakan ekonomi pemerintah. “Negara sedang dalam transisi peralihan ekonomi-politik. Mulanya kekuatan ekonomi dikuasai pasar, dan hari ini negara sedang mencoba mengambil perannya,” tutup Ridha.
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.