Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

3 Muridnya Ditangkap Usai Bikin Siswa SMP Celaka, SMK di Tangsel Buka Suara

Tiga pelajar SMK ditangkap terkait tewasnya dua siswa jatuh dari motor di Tangsel. Pihak sekolah ketiga pelajar menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan itu.

Detik 3 menit baca 0 komentar
3 Muridnya Ditangkap Usai Bikin Siswa SMP Celaka, SMK di Tangsel Buka Suara
Foto: Detik

Tangerang Selatan -

Tiga pelajar ditangkap terkait tewasnya dua siswa usai jatuh dari motor di Alam Sutera, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Pihak sekolah dari ketiga pelajar menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan maut tersebut.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Keluarga besar SMK YADIKA 4 menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda Wira Kusuma dan Azhfar Aftan Ilham, siswa SMP Negeri 34 Kota Tangerang," demikian pernyataan SMK Yadika 4 lewat akun Instagram @smkyadika4, Senin (12/10/2026).

Mereka mendoakan korban agar diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Mereka juga mendoakan pihak keluarga korban agar diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.

Pihak sekolah menyerahkan proses hukum kepada aparat kepolisian. Mereka juga menyatakan siap kooperatif dan menghormati seluruh proses hukum serta siap memberikan informasi yang diperlukan oleh pihak berwenang demi mendukung penanganan peristiwa ini secara objektif dan sesuai prosedur.

"Terkait peristiwa yang terjadi, SMK YADIKA 4 menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan penanganan perkara kepada pihak kepolisian sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," katanya.

SMK YADIKA 4 mengimbau semua pihak untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, serta menghormati privasi keluarga yang berduka dan proses hukum yang sedang berjalan. Mereka kembali menyatakan berdukacita sedalam-dalamnya atas kecelakaan yang terjadi pada Jumat (9/10) sekitar pukul 17.00 WIB.

Korban Dikejar Pakai Sajam

Dua pelajar ditemukan tewas tergeletak di trotoar Jalan Alam Sutera, Serpong Utara, Tangsel. Keduanya tewas akibat kecelakaan saat berupaya kabur dari kelompok pelajar lainnya yang mengejar mereka menggunakan senjata tajam (sajam).

Kasi Humas Polres Tangsel, Iptu Wahyuni, mengatakan saat itu kedua korban bersama teman-temannya baru selesai menjadi suporter pertandingan futsal di kawasan SPBU Pertamina Alam Sutera.

"Pada saat bersamaan, kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Ciledug datang dari arah Graha Raya. Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam," terang Yuni saat dihubungi detikcom, Sabtu (10/10).

Kedua korban dan teman-temannya pun berupaya menyelamatkan diri dengan mengendarai sepeda motor menuju Sport Center Alam Sutera. Korban yang berboncengan terjatuh saat dikejar hingga ke Jalan Sutera Utama, tepatnya di seberang pintu masuk Sekolah Laurensia.

"Dua pelajar yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah kemudian terjatuh setelah menabrak pembatas jalan dan membentur tiang listrik di pinggir jalan," kata Yuni.

Akibat kejadian tersebut, kedua pelajar meninggal dunia di lokasi dan seorang pelajar lainnya berhasil menyelamatkan diri ke pos keamanan Alam Sutera.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan luar terhadap kedua korban di RSUD Kabupaten Tangerang, tidak ditemukan luka bekas sabetan senjata tajam maupun luka tusuk. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka memar dan lecet di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah dan dahi, yang diduga akibat benturan dengan benda keras," ujarnya.

3 ABH Pembawa Sajam Ditangkap

Setelah mengecek lokasi dan serangkaian penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Serpong menangkap tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam. Ketiganya merupakan siswa SMK Yadika 4 Ciledug.

"Satu pelajar diamankan di lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya diamankan di kediaman masing-masing," jelas Yuni.

Polisi menyita barang bukti berupa satu bilah celurit besar berwarna merah, satu bilah arit, dan satu bilah golok. Sejumlah barang lain juga ikut diamankan, termasuk satu unit sepeda motor.

"Saat ini, dugaan tindak pidana terkait kepemilikan senjata tajam tersebut ditangani lebih lanjut oleh Polsek Serpong sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan memperhatikan ketentuan perlindungan identitas anak yang berhadapan dengan hukum," ungkap Yuni.

(jbr/mei)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.