Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total luas lahan yang terbakar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, mencapai 357,5 hektare.
"Di Kabupaten Raja Ampat sendiri, total luas lahan yang terbakar mencapai 357,5 hektare yang berdampak pada sejumlah lahan di wilayah Kelurahan Sapordanco, Bonkawir, Waisai Kota, Warmasen, dan Sapoekren," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Kamis (22/10).
Namun, Berton menyebut penanganan karhutla di wilayah tersebut menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Rabu (21/10), khususnya di wilayah Kelurahan Sapordanco, Distrik Kota Waisai luas lahan yang berhasil dipadamkan berjumlah 230 hektare, sementara itu 10 persen sisanya masih dalam upaya pemadaman.
Tim gabungan yang bertugas masih berupaya memadamkan api dengan cara melokalisasi titik api, penyemprotan, pemadaman manual, pendinginan lahan, hingga menggunakan sejumlah mesin dan alat.
Sementara itu, di wilayah Jawa Tengah, tepatnya Kabupaten Wonosobo, penanganan karhutla masih terus diintensifkan menyusul kejadian kebakaran yang melanda kawasan hutan dan lahan di Gunung Sumbing. Hingga Rabu (21/10), sejumlah area kebakaran dilaporkan sudah padam, yaitu di jalur pendakian lama dan baru Petak 21, 22, dan 29.
"Petugas gabungan dijadwalkan masih melanjutkan pemantauan dan pemadaman," ucap Berton.
Lebih lanjut, menyikapi sejumlah bencana karhutla yang terjadi di beberapa wilayah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bahaya yang meluas.
Masyarakat di daerah terpapar asap karhutla diimbau untuk dapat menggunakan masker terutama saat beraktivitas di luar ruang. Masyarakat turut diimbau untuk tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan, membakar sampah di area yang berpotensi mengalami kebakaran, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
(dis/isn)