Jakarta -
Polda Banten mengirimkan 45 personel Brimob sebagai bantuan kendali operasi (BKO) dalam Operasi Amole II di Papua Tengah. Personel tersebut akan menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah pertambangan Freeport.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Polda Banten mengirim 45 personel Brimob untuk Operasi Amole II di Papua Tengah. Mereka akan menjaga keamanan di area pertambangan Freeport selama 7 bulan.
Jakarta -
Polda Banten mengirimkan 45 personel Brimob sebagai bantuan kendali operasi (BKO) dalam Operasi Amole II di Papua Tengah. Personel tersebut akan menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah pertambangan Freeport.
Apel pelepasan digelar di Mapolda Banten, Kota Serang, pada Selasa (13/10/2026). Kapolda Banten Irjen Hendra Kurniawan memimpin apel pelepasan tersebut.
Apel tersebut juga dihadiri keluarga personel yang akan berangkat, mulai dari orang tua, istri, hingga anak. Sebelum resmi dilepas oleh Kapolda, keluarga diberikan waktu untuk berpamitan dengan personel Brimob.
Keluarga yang akan ditinggalkan selama tujuh bulan itu berpelukan dan berfoto bersama. Beberapa keluarga pun tak kuasa menahan air mata saat melepas personel untuk bertugas.
Hendra mengatakan personel Brimob akan menjalankan tugas menjaga keamanan. Salah satu lokasi yang akan dijaga adalah area pertambangan Freeport.
"Salah satunya adalah mengamankan objek vital nasional. Di Freeport, Freeport itu kan objek vital nasional, di sana memang masih ada sedikit kemungkinan gangguan-gangguan. Nah, kehadiran personel kita memastikan semua kegiatan di sana berjalan dengan lancar," katanya.
Para personel akan menjalani pelatihan selama satu bulan sebelum dikirim ke Papua Tengah untuk bertugas selama enam bulan.
"Mereka akan bertugas kurang lebih 7 bulan. 1 bulan mereka akan latihan lagi pra-operasi di Cikeas, kemudian 6 bulan melaksanakan kegiatan penugasan di lapangan di Papua Tengah itu," ujar Hendra kepada wartawan.
Hendra menyebut personel yang dikirim merupakan anggota yang dinilai siap bertugas. Polda Banten telah memastikan kesiapan mereka, baik dari segi psikologis maupun keterampilan.
"Psikologinya artinya mereka begitu ditugaskan ke sana mampu beradaptasi, tidak akan melarikan tugas, akan menjaga kehormatan kesatuan kita," katanya.
"Sedangkan dari jasmaninya, mereka sudah terlatih menggunakan senjata, bagaimana survival di situasi yang ada, serta mengamankan diri sendiri," ujarnya.
(aik/yld)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.