Jakarta -
Kecelakaan pesawat pribadi jenis Learjet 60 yang jatuh menukik di area Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat (AS), terekam video. Presiden AS Donald Trump sesumbar mengklaim bisa menghancurkan fasilitas-fasilitas yang dicurigai bagian program nuklir Iran dalam waktu "10 menit" saja.
Rekaman video menunjukkan bagaimana badan pesawat menukik tajam sebelum menghantam tanah dan meledak hingga memicu bola api besar. Sedikitnya sembilan orang dipastikan tewas dalam kecelakaan pesawat tersebut, dengan Gubernur Florida, Ron DeSantis, menyebutnya "seperti rudal yang jatuh".
Sementara itu, Trump mengklaim operasi militer AS telah sangat melemahkan militer dan infrastruktur nuklir Iran, sehingga hanya tersisa beberapa lokasi yang mungkin menjadi target serangan baru AS. Hal ini mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer lebih lanjut di tengah negosiasi diplomatik yang berlangsung.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (2/11/2026):
- Detik-detik Jet Pribadi Jatuh Menukik Dekat Kediaman Trump Seperti Rudal
Kecelakaan sebuah pesawat pribadi jenis Learjet 60 yang jatuh menghantam jalanan di area Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat (AS), terekam video. Terlihat bagaimana badan pesawat menukik tajam sebelum menghantam tanah dan meledak hingga memicu bola api besar.
Sedikitnya sembilan orang dipastikan tewas dalam kecelakaan pesawat tersebut, dengan Gubernur Florida, Ron DeSantis, seperti dilansir CNN dan BBC, Senin (2/11/2026), menyebutnya "seperti rudal yang jatuh".
Rekaman video yang beredar di media sosial, namun belum terverifikasi, menunjukkan momen kecelakaan maut pada Minggu (1/11) sore waktu setempat tersebut.
- Netanyahu Bujuk Trump Serang Iran Usai Pemilu Sela AS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan percakapan telepon terbaru dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada akhir pekan. Netanyahu dilaporkan berupaya membujuk Trump untuk melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilu sela AS selesai digelar pada 3 November.
Laporan media AS, Axios, yang mengutip sumber pejabat AS dan pejabat Israel, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (2/11/2026), menyebutkan bahwa percakapan telepon itu membahas soal kapan dan apakah kedua negara yang bersekutu itu akan meningkatkan operasi tempur terhadap Teheran.
Menurut laporan Axios, kedua pemimpin membahas status negosiasi dengan Iran dalam percakapan telepon pada Sabtu (31/10) waktu setempat, dengan Netanyahu mendesak Trump untuk melancarkan serangan terhadap Iran segera setelah pemilu sela AS selesai digelar.
- Iran Tetapkan Angkatan Laut-Angkatan Udara Inggris 'Organisasi Teroris'
Iran menetapkan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Inggris sebagai "organisasi teroris". Otoritas Teheran juga menetapkan Badan intelijen luar negeri Inggris, MI6, sebagai "kelompok bermusuhan'.
Penetapan itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (2/11/2026), diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita pemerintah IRNA pada Minggu (1/11) waktu setempat.
Dijelaskan oleh Kementerian Luar Negeri Iran bahwa langkah ini diambil sebagai tanggapan atas tindakan "jahat" yang telah dilakukan otoritas London, terutama penetapan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai "organisasi teroris".
- Trump Sesumbar Bisa Hancurkan Fasilitas Nuklir Iran dalam 10 Menit
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sesumbar mengklaim bisa menghancurkan fasilitas-fasilitas yang dicurigai sebagai bagian program nuklir Iran dalam waktu "10 menit" saja. Hal ini mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer lebih lanjut di tengah negosiasi diplomatik yang sedang berlangsung.
Saat berbicara kepada wartawan di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Senin (2/11/2026), Trump mengklaim operasi militer AS telah sangat melemahkan militer dan infrastruktur nuklir Iran, sehingga hanya tersisa beberapa lokasi yang mungkin menjadi target serangan baru.
"Kita telah melumpuhkan program nuklir mereka. Masih ada, katakanlah, satu atau dua lokasi yang harus kita tangani, tetapi kita bisa melakukannya dalam 10 menit. Jadi, kita sudah memiliki rencananya," kata Trump dalam pernyataan pada Sabtu (31/10).
- Iran Ingatkan Trump: Perang Baru Bisa Berlangsung Lebih Lama
Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa perang baru bisa berlangsung lebih lama daripada pertempuran sebelumnya. Peringatan ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington masih harus "menangani" sejumlah target lainnya terkait Teheran.
Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang di Timur Tengah kerap diwarnai ancaman berulang dari AS dan Israel untuk kembali melancarkan pengeboman terhadap Iran. Beberapa waktu terakhir, negosiasi damai yang diupayakan para mediator, seperti Qatar dan Pakistan, menghadapi kebuntuan.
"Potensi perang di masa depan bisa berlangsung lebih lama daripada konflik sebelumnya, dan Presiden Amerika tidak akan berada dalam posisi untuk menentukan waktu atau syarat berakhirnya perang tersebut," tegas juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, seperti dilaporkan televisi pemerintah Iran dan dilansir AFP, Senin (2/11/2026).
(nvc/nvc)