Jakarta -
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyebut Prancis telah dilanda "invasi ekstremis Islam" menyusul demo rusuh beberapa hari terakhir. Iran menegaskan tidak akan membiarkan material nuklir yang diperkaya untuk dibawa keluar dari wilayahnya dalam situasi apa pun.
Pernyataan provokatif Netanyahu itu disampaikan untuk mengkritik Prancis, yang pada akhir pekan kemarin dilanda unjuk rasa besar-besaran secara nasional di berbagai kota, yang dipicu oleh lonjakan harga dan kenaikan biaya hidup.
Sementara itu, Tehran menyebut material nuklir miliknya, yang mencakup pasokan uranium yang diperkaya, sebagai "aset utama" bagi rakyat Iran.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (21/10/2026):
- Komentari Demo Rusuh, Netanyahu Sebut Prancis Dilanda Invasi Ekstremis Islam
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyebut Prancis telah dilanda "invasi ekstremis Islam" menyusul unjuk rasa besar-besaran yang berujung kerusuhan beberapa hari terakhir.
Pernyataan provokatif Netanyahu itu disampaikan untuk mengkritik Prancis, yang pada akhir pekan kemarin dilanda unjuk rasa besar-besaran secara nasional di berbagai kota, yang dipicu oleh lonjakan harga dan kenaikan biaya hidup.
Unjuk rasa itu berujung kerusuhan yang diwarnai aksi pembakaran dan penjarahan massal, dan tercatat sebagai salah satu aksi kekerasan jalanan terburuk di Prancis dalam beberapa tahun terakhir. Nyaris 2.400 orang ditangkap, dengan sekitar 1.000 personel kepolisian luka-luka dalam kerusuhan itu.
- 3 Kapal Tanker Terbakar Usai Hantam Ranjau di Selat Hormuz
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan bahwa setidaknya tiga kapal tanker menghantam ranjau laut saat berupaya melintasi Selat Hormuz melalui rute yang dianggap "ilegal" oleh Teheran. Ketiga kapal tanker itu disebut terbakar usai menabrak ranjau laut di jalur perairan strategis tersebut.
Iran secara efektif memblokade Selat Hormuz sejak perang berkecamuk melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari lalu. Langkah itu memutus jalur pelayaran vital yang biasanya dilakukan oleh seperlima pasokan minyak dunia.
Otoritas Teheran bersikeras agar kapal-kapal meminta izin terhadap pihaknya sebelum melintasi jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global itu.
- Menteri Israel Banggakan Kehancuran di Gaza, Ejek Warga Palestina
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali memicu kontroversi dengan membanggakan kehancuran parah di Jalur Gaza akibat serangan mematikan dan tanpa henti oleh militer Israel dalam beberapa tahun terakhir.
Ben-Gvir, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (21/10/2026), juga mengejek warga Palestina dalam sebuah video kampanye yang dirilis menjelang pemilu legislatif Israel, yang dijadwalkan pada 27 Oktober mendatang.
Ben-Gvir merupakan ketua Partai Otzma Yehudit, yang menjadi anggota koalisi pemerintahan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu yang berkuasa di Israel.
- Iran Tolak Pindahkan Uranium yang Diperkaya ke Luar Negeri
Iran menegaskan tidak akan membiarkan material nuklir keluar dari wilayahnya dalam situasi apa pun. Tehran menyebut material semacam itu, yang mencakup pasokan uranium yang diperkaya, sebagai "aset utama" bagi rakyat Iran.
Penegasan itu, seperti dilansir AFP, Rabu (21/10/2026), disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, saat berbicara kepada Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, Asim Munir, yang berkunjung ke Teheran baru-baru ini.
"Tidak akan ada sedikit pun material nuklir yang diperkaya yang boleh keluar dari Iran; material semacam itu merupakan aset utama dan kekayaan nasional bagi rakyat Iran, yang dimaksudkan untuk digunakan di dalam negeri ini," tegas Rezaei dalam pertemuan dengan Munir pada Selasa (20/10), sebagaimana dilaporkan televisi pemerintah Iran.
- Semenanjung Korea Memanas! Korut Siagakan Pasukan di Posisi Tembak
Korea Utara (Korut) mengumumkan telah memindahkan unit-unit militer baru ke "posisi tembak" di perbatasan dengan Korea Selatan (Korsel). Pengumuman ini disampaikan saat ketegangan antara Pyongyang dan Seoul semakin meningkat buntut ledakan ranjau yang melukai tentara-tentara Korsel.
Korut sebelumnya memperingatkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan pengerahan sarana serangan tambahan ke perbatasan dengan Korsel.
"Pimpinan militer kami menekankan perlunya menyadarkan kelompok jahat tersebut bahwa unit-unit pasukan tembak kami telah menempati posisi tembak mereka," kata Kim Yo Jong, adik pemimpin Korut Kim Jong Un, seperti dilaporkan media pemerintah Pyongyang dan dilansir AFP, Rabu (21/10/2026).
(nvc/nvc)