Jakarta, CNN Indonesia --
Lima kru helikopter Mi-17V5 yang selamat dari insiden saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) rencananya akan dipindahkan ke rumah sakit di Jakarta dan Semarang untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Diketahui, saat ini kelima korban selamat tersebut masih menjalani telah dibawa ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan untuk mendapat perawatan medis.
Kelimanya yakni Kapten Korps Penerbangan Febri, Kapten Korps Penerbangan Sugand, Letnan Dua Korps Penerbangan Fercis, Prajurit Satu Gilang, dan Sersan Kepala Kadiya.
"Nanti ada yang dibawa ke Jakarta dan Semarang untuk dipindahkan dan mendapatkan perawatan," kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat menjenguk kelima korban di Rumah Sakit TNI AD Tk. III Dr. R. Soeharsono, Banjarmasin seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (6/11).
Dalam kesempatan itu, Raja Juli mendatangi satu per satu ruang perawatan untuk menanyakan kondisi para kru sekaligus menyampaikan terima kasih atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas penanganan karhutla.
Sementara itu, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Tk. III Dr. R. Soeharsono Banjarmasin Letkol Ckm (K) dr. Leidina Rachmadian menyebut kondisi kelima kru mulai membaik setelah menjalani perawatan selama dua hari.
Menurut Leidina, saat pertama kali diterima, kelima kru dalam kondisi lemas dan membutuhkan perawatan. Tim medis telah melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemeriksaan darah dan rontgen. Hasilnya, tidak ditemukan patah tulang.
"Pada saat kami menerima, kondisi lima kru masih dalam keadaan lemas, masih butuh perawatan. Sampai disini kami lakukan pemeriksaan lengkap baik pemeriksaan darah maupun dengan pemeriksaan rontgen, hasilnya alhamdulillah tidak ada patah tulang," tutur dia.
"Di hari ini, hari kedua alhamdulillah sudah ada perbaikan, saat ini masih perlu penanganan lebih lanjut lagi," sambungnya.
Sebelumnya, helikopter milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) mengalami kecelakaan atau crash saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Insiden itu menyebabkan tiga prajurit TNI AD gugur yakni Letkol CPN (anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (anumerta) Nurhafiz Akbar dan Sertu (anumerta) Heri Prasetyo.
Kemudian, lima prajurit lainnya yakni Kapten Korps Penerbangan Febri, Kapten Korps Penerbangan Sugand, Letnan Dua Korps Penerbangan Fercis, Prajurit Satu Gilang, serta Sersan Kepala Kadiya ditemukan selamat dan tengah menjalani perawatan medis.
(dis/dal)