JawaPos.com - Indonesia menghadapi lima persoalan besar pada Oktober 2026. Mulai dari karhutla yang memicu kabut asap lintas negara, banjir bandang, hingga krisis listrik, air bersih, dan bahan bakar minyak (BBM).
Rentetan kejadian ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menguji kesiapan pemerintah dalam menjaga layanan dasar, menangani bencana, dan memastikan kebutuhan publik tetap terpenuhi.
Persoalan tersebut terjadi di sejumlah wilayah dengan karakteristik berbeda. Namun, dampaknya memiliki benang merah: kesehatan masyarakat terancam, infrastruktur terganggu, dan aktivitas ekonomi ikut tertekan. Berikut lima persoalan bangsa yang mencuat pada Oktober 2026.
1. Karhutla Belum tTeratasi, Kabut Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan kembali menjadi persoalan lingkungan yang dampaknya melampaui batas wilayah Indonesia. Kebakaran di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan, memicu penyebaran asap hingga Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan Brunei.
Kualitas udara di sejumlah wilayah negara tetangga dilaporkan memburuk hingga masuk kategori tidak sehat sampai sangat tidak sehat. Lebih dari 100 sekolah di Sarawak dan Johor bahkan dilaporkan ditutup sementara. Kabut tebal juga sempat menyelimuti sejumlah kawasan di Malaysia, termasuk area sekitar Menara Kembar Petronas.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran vegetasi. Ketika asap menyebar lintas negara, dampaknya meluas ke kesehatan, pendidikan, transportasi, dan hubungan antarnegara.
Pemerintah Indonesia mengklaim telah mengerahkan lebih dari 50 pesawat dan puluhan ribu personel untuk menangani kebakaran. Operasi dilakukan melalui pemadaman dari udara atau water bombing serta modifikasi cuaca.
Namun, besarnya pengerahan personel dan peralatan juga menegaskan tantangan yang belum selesai: bagaimana mencegah kebakaran berulang dan memastikan penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman setelah api meluas.