Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Ahmad Luthfi Ajak Peserta Porprov Jateng Doakan Atlet Selam Syabila Rizkia

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memimpin doa untuk atlet selam Syabila Rizkia yang meninggal saat bertanding. Evaluasi keselamatan atlet akan dilakukan.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Ahmad Luthfi Ajak Peserta Porprov Jateng Doakan Atlet Selam Syabila Rizkia
Foto: Detik

Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya atlet selam Kabupaten Jepara, Syabila Rizkia Putri Raharja (22). Ia secara khusus memimpin doa bersama untuk Syabila dalam pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII di Stadion Jatidiri, Semarang, kemarin.

"Saya secara pribadi maupun sebagai Gubernur Jawa Tengah merasa kehilangan ananda Syabila yang mendahului kita. Seluruh yang hadir pada malam hari ini kita doakan almarhumah sacara bersama-sama," kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).

Syabila gugur saat bertanding dalam cabang olahraga selam laut sejauh 3 kilometer di Pantai Awann Costa, Semarang, kemarin. Syabila memulai pertandingan nomor selam laut sekitar pukul 09.00 WIB, namun sekitar 20 menit kemudian, ia dilaporkan tenggelam di perairan yang menjadi arena pertandingan.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko menjelaskan pertandingan selam laut di Porprov Jateng memang dipertandingkan lebih awal. Segala teknis terkait keselamatan atlet dan pertandingan sudah dipersiapkan dengan matang, bahkan seluruh atlet yang ikut pertandingan tersebut juga sudah menyerahkan surat kesehatan dokter.

"Syabila memang atlet yang berprestasi. Sebelumnya dia bertanding dalam nomor selam kolam dan berhasil menyabet 2 medali emas, dan pagi tadi mengikuti nomor selam laut dan sempat memimpin," ujar Sujarwanto.

Saat mengikuti pertandingan selam, Syabila terlihat sempat melambaikan tangan tepat 200 meter sebelum finish. Begitu didekati oleh tim rescue Syabila masih memilih untuk melanjutkan perlombaan. Kemudian ia sempat kembali melambaikan tangannya, namun ia menolak permintaan tim rescue untuk mengakhiri lomba lebih awal.

"Menjelang garis akhir, Syabila diduga mencapai batasnya sehingga tenggelam. Lalu dijemput oleh tim rescue untuk dibawa ke darat dan diberikan pertolongan pertama. Syabila sempat dibawa ke Rumah Sakit Keluarga Sehat, hasil assesment ada gagal nafas dan akhirnya meninggalkan kita semuanya," lanjutnya.

Terkait kejadian tersebut, evaluasi sudah dilakukan. Sebab, selain Syabila, juga terdapat dua atlet lainnya yang mengalami masalah saat berlomba. Tim rescue diminta untuk langsung bertindak begitu ada atlet yang menyatakan menyerah, demi mengutamakan keselamatan.

"Untuk nomor pertandingan lain akan kami tambah ambulans, serta tim rescue, dan kapal. Lalu ada penambahan prosedur pemeriksaan sebelum bertanding," pungkasnya.

(ega/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.