JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 91 persen pelajar khawatir penggunaan kecerdasan buatan (AI) membuat mereka kurang memahami materi secara mendalam. Ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kemudahan yang ditawarkan AI dan pemahaman pelajar terhadap materi yang dipelajari.
Survei HP Futures 2026 yang melibatkan lebih 6.000 pelajar dari 37 negara, termasuk 2.097 pelajar Indonesia, mengungkapkan kebiasaan pelajar dalam mengingat materi. Di tengah meningkatnya penggunaan AI, sebanyak 52 persen responden masih memilih metode cetak atau tulisan tangan untuk membantu mengingat pelajaran. Sebanyak 17 persenmenjadikan ringkasan berbasis AI sebagai metode utama.
Temuan ini memperlihatkan penggunaan AI untuk mempercepat proses belajar belum tentu membuat pelajar merasa lebih memahami materi. Kecepatan menyelesaikan tugas dan kemampuan menyerap pengetahuan menjadi dua hal yang perlu dibedakan dalam penerapan teknologi di dunia pendidikan.