JawaPos.com - Amnesty Internasional Indonesia memberikan rapor merah pada dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Amnesty menyebut pemerintah lebih sibuk mengurus persoalan program makan bergizi gratis (MBG) daripada memenuhi hak-hak warga.
Hal itu tergambar jelas dalam penanganan bencana yang belakangan terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Dalam pemulihan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera akhir 2025 lalu, pemerintah bukan hanya gagal tapi menghambat pemulihan pasca-bencana.
"Negara sibuk membangun Kodam dan MBG, tapi nol besar melindungi hak warga," kata Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid di Jakarta pada Senin (19/10).