JawaPos.com – Kepedulian yang tinggi dari anak-anak muda Indonesia dalam mengawal isu-isu lingkungan membuat mereka lebih mudah untuk bergabung dalam komunitas dan organisasi pro lingkungan.
Dua organisasi lingkungan populer di Indonesia, yakni Greenpeace Indonesia dan Wahana Lingkungan Hidup sudah membuktikan hal itu lewat kaderisasinya.
Sejak awal, anak-anak muda Indonesia cenderung satu visi dengan kelompok-kelompok pro lingkungan.
Hal itu membuat mereka lebih mudah beradaptasi dengan kampanye yang yang dilakukan oleh organisasi-organisasi lingkungan.
Ditambah lagi, kalangan muda dari generasi saat ini cenderung lebih berani dan kritis dalam menyuarakan aspirasi mereka.
Contoh nyata terbaru ada pada aksi 20 Oktober lalu di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat.
Mereka yang terlibat membentangkan 2 spanduk besar bernada protes di patung selamat datang itu adalah anak-anak muda yang tak sekadar pemberani, namun juga ahli dalam aksi tersebut.
Aksi yang bertepatan dengan momen 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran itu mendesak pemerintah lebih serius menangani krisis iklim yang terus mengancam kualitas hidup masyarakat.
Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia Jeany Sirait menyatakan bahwa hari ini anak-anak muda lebih berani bersuara karena mereka merasakan langsung dampak krisis iklim dan kerusakan lingkungan.
Sehingga tanpa digalang, tanpa dikoordinasi, dan tanpa komunikasi satu sama lain, mereka bisa satu suara.