Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Anak Mulai Cemas Melihat Berita Bencana Setiap Hari? Begini Cara Orang Tua Meresponsnya

Anak cemas melihat berita bencana setiap hari? Psikiater anak menjelaskan cara orang tua meresponsnya.

iNews 2 menit baca 0 komentar
Anak Mulai Cemas Melihat Berita Bencana Setiap Hari? Begini Cara Orang Tua Meresponsnya
Foto: iNews

JAKARTA, iNews.id – Berita banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, hingga kerusakan lingkungan yang muncul berulang kali bisa memunculkan pertanyaan sekaligus kekhawatiran pada anak. 

Ketika anak mulai bertanya apakah bencana serupa akan terjadi di tempat tinggal mereka atau bagaimana nasib Bumi di masa depan, orang tua perlu merespons dengan tepat agar informasi yang diterima tidak justru memicu ketakutan berlebihan.

Psikiater anak dan remaja dr. Fransiska Kaligis, Sp.KJ(K) mengingatkan pentingnya menyesuaikan penjelasan tentang persoalan lingkungan dengan usia dan kemampuan anak dalam memahami informasi. Orang tua perlu menyampaikan fakta secara jujur, tetapi tidak dengan cara yang menakut-nakuti.

Sesi diskusi Dari Buku Ke Perubahan: Buku Anak, Ecocritical Literacy, dan Aksi Bersama, yang digelar oleh Rintik Publishing (PT GTS Literanesia Adabi). (Foto: Istimewa)Sesi diskusi Dari Buku Ke Perubahan: Buku Anak, Ecocritical Literacy, dan Aksi Bersama, yang digelar oleh Rintik Publishing (PT GTS Literanesia Adabi). (Foto: Istimewa)

Menurut psikiater yang akrab disapa dr. Cika tersebut, anak sebaiknya diajak berdiskusi agar memiliki ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan memahami persoalan yang sedang terjadi.

"Sebenarnya (membahas isu lingkungan dengan anak ini) susah-susah gampang, mungkin kita bisa sesuaikan dengan usia dan kemampuan anak mencerna," ujar dr Cika dalam sesi diskusi 'Dari Buku Ke Perubahan: Buku Anak, Ecocritical Literacy, dan Aksi Bersama' yang digelar Rintik Publishing (PT GTS Literanesia Adabi) di panggung Children Book Festival, Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026, belum lama ini.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.