Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Anakan Lutung Kelabu Ditemukan di Pinggir Jalan Prabumulih, Kondisinya Stres

Warga Prabumulih Timur menemukan anakan lutung kelabu terpisah dari induknya. Anakan lutung tersebut dalam kondisi stres lantaran perubahan lingkungan.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Anakan Lutung Kelabu Ditemukan di Pinggir Jalan Prabumulih, Kondisinya Stres
Foto: Detik

Jakarta -

Warga Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan menemukan anakan lutung kelabu (Trachypithecus cristatus) di pinggir jalan yang diduga terpisah dari induk dan kelompoknya. Kini primata yang dilindungi tersebut telah dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan.

"Satu individu anakan lutung kelabu (Trachypithecus cristatus) dievakuasi oleh petugas BKSDA Sumsel Kementerian Kehutanan setelah ditemukan warga Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, tanpa indukan maupun kelompoknya," bunyi keterangan resmi BKSDA Sumsel, dilihat Senin (26/10/2026).

Seorang warga mulanya menemukan anakan lutung kelabu ini berada di pinggir jalan sendirian. Ia pun membawa anakan lutung tersebut ke rumahnya untuk perawatan sementara.

"Setelah mencari informasi dan mengetahui bahwa lutung kelabu merupakan satwa dilindungi, pelapor berinisiatif meminta bantuan melalui ketua RT hingga laporan diteruskan ke call center BKSDA Sumsel. Menindaklanjuti laporan warga, petugas Seksi KSDA Wilayah II segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi," ujar BKSDA.

"Petugas melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan awal sesuai kondisi satwa. Langkah ini penting agar anakan lutung mendapatkan perawatan yang tepat, mengingat usianya masih sangat muda dan masih membutuhkan asupan susu," tambahnya.

Berdasarkan pemeriksaan petugas, anakan lutung itu berusia kurang lebih tiga bulan dan kondisi tubuhnya baik. Kendati demikian BKSDA Sumsel Kemenhut mengatakan kondisi anakan lutung ini sedikit stres lantaran perubahan situasi dan lingkungan.

"Kabar baiknya, anakan lutung ini masih mau menyusu. Selama masa rehabilitasi, observasi lanjutan dan pemberian multivitamin akan dilakukan untuk mendkung kondisi serta proses adaptasinya. Pada usia semuda ini, setia asupan dan perawatan perlu diperhatikan agar tumbuh kembangnya tetap terjaga," katanya.

BKSDA Sumsel pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian satwa liar. Jika menemukan kejadian serupa, masyarakat diimbau, untuk langsung melaporkannya ke pihak BKSDA untuk penanganan.

(dwr/idh)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.