Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Ancaman Kesehatan Masyarakat hingga Satwa akibat Bencana Alam Selama 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatatkan berbagai bencana alam berskala besar.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Ancaman Kesehatan Masyarakat hingga Satwa akibat Bencana Alam Selama 2 Tahun Prabowo-Gibran
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatatkan berbagai bencana alam berskala besar. Di antaranya adalah gempa bumi M7,7 di NTT dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi PR hingga saat ini. 

Bencana lain seperti banjir bandang hingga gunung api meletus pun membuat dampak kesehatan yang tak main-main, tidak hanya pada manusia, tetapi juga alam dan hewan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 26 Agustus 2026, gempa bumi M7,7 di NTT sendiri menyebabkan 103 orang meninggal dunia, 1.666 luka-luka, 185.131 mengungsi, dan 77.912 rumah rusak. 

Penanganan yang sudah dilakukan meliputi penyaluran logistik kesehatan, obat-obatan, pembangunan RS lapangan, pengerahan tenaga kesehatan, serta dukungan psikososial bagi penyintas. Hingga kini, proses penanganan masih terus dilakukan.

Adapun karhutla di enam provinsi prioritas memicu penyebaran asap hingga melintasi batas Indonesia–Malaysia, dengan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi kluster utama hotspot. 

Pemadaman mengandalkan satgas darat dan udara, termasuk 37 armada water bombing. BNPB juga menyoroti keterbatasan peralatan, minimnya awan hujan untuk operasi modifikasi cuaca, serta perlunya pencabutan regulasi yang membenarkan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Dalam kasus karhutla, partikel halus PM 2,5 yang dihasilkan menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Hal itu terbukti dari melonjaknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak karhutla.

Per 12 Oktober 2026, tercatat 277.075 kasus ISPA secara kumulatif di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyebut, sebanyak 62.400 kasus atau 22,5 persen dari total kasus tersebut terjadi pada anak berusia 0–5 tahun

Ukuran PM2,5 yqng sangat kecil membuat partikel ini dapat menembus jauh ke dalam saluran pernapasan, memicu peradangan, hingga berpotensi masuk ke aliran darah.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.