Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Andre Rosiade Beri Bantuan untuk Warga di Padang yang Sakit Saraf Kejepit

Wakil Ketua Komisi VI DPR, Andre Rosiade, kunjungi Harry Triwibowo yang sakit parah. Ia memberikan bantuan dan dukungan untuk keluarga yang kesulitan.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Andre Rosiade Beri Bantuan untuk Warga di Padang yang Sakit Saraf Kejepit
Foto: Detik

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mengunjungi kediaman Harry Triwibowo (46), warga Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, yang kini tidak lagi mampu bekerja akibat penyakit saraf kejepit. Selain saraf, Harry juga mengidap gangguan kesehatan serius lainnya.

Andre tidak hanya datang untuk melihat langsung kondisi Harry, tetapi juga menyerahkan bantuan guna meringankan beban keluarga tersebut. Sebelumnya, Harry bekerja sebagai buruh harian lepas dan pencuci piring di kedai sate untuk memenuhi kebutuhan istri dan kelima anaknya. Namun, kondisi kesehatannya yang terus menurun membuatnya tidak lagi sanggup mencari nafkah seperti biasa.

Berdasarkan dokumen medis dari Rumah Sakit Islam Siti Rahmah dan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, Harry mengalami multiple protruded disc atau syaraf kejepit pada sejumlah ruas tulang belakang leher, yakni C3-C4, C4-C5, C5-C6, dan C6-C7, yang menekan saluran saraf tulang belakang. Hasil pemeriksaan MSCT Scan Brain juga menunjukkan adanya perdarahan atau hematoma di bagian thalamus kanan.

Dalam kunjungan tersebut, Andre turut meminta perangkat lingkungan dan pihak kelurahan untuk memperhatikan kondisi keluarga Harry, termasuk memastikan akses terhadap layanan kesehatan dan jaminan sosial yang tersedia.

Langkah koordinasi ini diharapkan dapat membantu keluarga tersebut memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan, sehingga mereka tidak harus menghadapi persoalan kesehatan dan ekonomi seorang diri.

"Kami sangat prihatin dengan keluarga Pak Harry. Semoga segera sembuh dan bisa kembali bekerja untuk istri dan anak-anak. Kami dapat informasi ini dan langsung menuju kediaman mereka. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga," kata Andre yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

Hal itu dikatakan Andre dalam kunjungan yang berlangsung Selasa (27/10). Andre didampingi Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumatera Barat (Sumbar), Anandya Dipo Pratama dan pengurus lainnya.

Andre berharap bantuan juga berdatangan karena anak-anak keluarga ini masih kecil-kecil. Paling besar 12 tahun dan paling kecil 4 tahun.

"Kami berpesan agar anak-anak tetap bersekolah dalam kondisi apapun. Tim kami juga akan terus memantau kondisi keluarga Pak Harry nantinya," kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini.

Di tengah kondisi suaminya yang sakit, Diane, sang istri, harus berjuang keras mempertahankan kehidupan keluarga sekaligus memastikan kelima anak mereka tetap bisa bersekolah. Dia bahkan menjadi reseller sejumlah produk baik di Padang dan Solok.

Penghasilan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan ekonomi yang mereka hadapi. Namun sayang, galodo yang menimpa Solok bulan lalu membuat usahanya juga tidak lancar.

Diane menyampaikan rasa terima kasih kepada Andre yang telah datang langsung melihat kondisi suaminya dan memberikan bantuan kepada keluarganya. Ia mengaku bersyukur karena di tengah kesulitan yang mereka alami, masih ada pihak yang memberikan perhatian dan membantu meringankan beban keluarga.

"Kami mendoakan agar Andre beserta seluruh keluarganya senantiasa diberikan kesehatan, umur yang berkah, kelancaran dalam menjalankan tugas, serta kemudahan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Ia mengaku kesulitan mendapatkan bantuan dari pemerintah. Penyebabnya, kata Diana, keluarganya termasuk dalam desil 6 atau dianggap mampu dalam pendataan BPS.

"Kami sedang mengurus agar desil ini sesuai. Kalau masih 6 tak akan ada bantuan pemerintah yang diterima. Begitu juga untuk biaya anak-anak sekolah. Sekarang lima anak kami ini dapat disebut stunting atau kurang gizi," katanya.

Kunjungan kemanusiaan itu menjadi bentuk perhatian langsung terhadap warga yang sedang menghadapi masa sulit. Bagi keluarga Harry, bantuan Rp10 juta tersebut bukan hanya meringankan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menghadirkan dukungan moral dan harapan agar mereka tetap kuat menjalani proses pengobatan serta memperjuangkan masa depan kelima anak mereka.

(prf/ega)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.