Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Andre Rosiade Ungkap Anggaran Pasar Serikat Batusangkar Rp 60 M, Target Selesai 2027

Pemerintah alokasikan Rp 60 miliar untuk pembangunan ulang Pasar Serikat Batusangkar. Pembangunan ditargetkan selesai akhir 2027.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Andre Rosiade Ungkap Anggaran Pasar Serikat Batusangkar Rp 60 M, Target Selesai 2027
Foto: Detik

Jakarta -

Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 60 miliar untuk pembangunan ulang Pasar Serikat Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar). Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2027 dan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di pasar tersebut.

Kepastian pembangunan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Andre Rosiade, saat meninjau Pasar Serikat Batusangkar bersama Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wakil Bupati Ahmad Fadly, dan tim dari Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Provinsi Sumbar, Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (28/10/2026).

Andre mengatakan, pembangunan pasar tersebut merupakan tindak lanjut dari janji Presiden Prabowo Subianto kepada Bupati Tanah Datar, Eka Putra ketika masih menjabat Menteri Pertahanan. Saat itu, Prabowo berjanji akan membangun pasar tersebut apabila nantinya menjadi presiden.

"Alhamdulillah, setelah itu saya dan Pak Eka berbicara dengan Menteri PU untuk menyampaikan aspirasi ini kepada Presiden. Menteri PU juga sudah datang khusus ke sini dan menginstruksikan jajarannya untuk menganggarkan pembangunan pasar ini," kata Andre pada peninjauan yang juga diikuti Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi.

Andre menyebutkan anggaran pembangunan Pasar Serikat Batusangkar telah disiapkan sebesar Rp 60 miliar. Pasar tersebut nantinya akan memberikan manfaat bagi 308 pedagang, termasuk 112 pedagang yang menempati kios, sedangkan pedagang lainnya beraktivitas di area hamparan.

Menurut Andre, saat ini proses tender perencanaan tengah berjalan. Setelah tahap perencanaan selesai, tender konstruksi diharapkan dapat dilaksanakan pada awal 2027.

"Insya Allah Februari sudah bisa dimulai pengerjaannya. Kita targetkan akhir 2027 pasar ini sudah bisa diserahterimakan kepada pemerintah kabupaten, kemudian pemerintah kabupaten menyerahkannya kepada para pedagang," ujarnya.

Andre menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang telah menindaklanjuti usulan pembangunan pasar tersebut. Ia juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

"Kami sebagai anggota DPR mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan jajaran Kementerian PU yang telah mengawal serta mengeksekusi permintaan Presiden. Terima kasih juga kepada Bupati Tanah Datar yang terus berjuang untuk masyarakat," katanya.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan terima kasih kepada Andre Rosiade yang dinilainya membantu membuka akses komunikasi dengan pemerintah pusat sehingga berbagai usulan pembangunan daerah dapat ditindaklanjuti.

Menurut Eka, selain pembangunan ulang Pasar Serikat Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar juga memperoleh dukungan sejumlah program infrastruktur, termasuk enam ruas jalan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD), pembangunan sabo dam, serta sejumlah proyek jembatan.

Eka juga menyebutkan pembangunan Sekolah Rakyat berskala besar di Tanah Datar dengan nilai sekitar Rp1,3 triliun dan kapasitas yang direncanakan mencapai 3.000 ruang belajar. Ia mengatakan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut dihibahkan kepada pemerintah daerah oleh COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria.

"Atas nama masyarakat Tanah Datar, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo. Kami mendoakan beliau selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam memimpin Republik Indonesia," ujar Eka.

Eka menjelaskan, kondisi Pasar Serikat Batusangkar saat ini sudah memprihatinkan. Kerusakan atap dan kebocoran telah mengganggu aktivitas perdagangan, terutama ketika hujan turun. Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar lima hingga tujuh tahun. Sejumlah pedagang bahkan terpaksa menggunakan terpal untuk menutupi bagian bangunan yang bocor.

"Kalau hujan, pedagang sudah basah semua karena bocor. Atap toko juga sudah ditutup menggunakan terpal. Kondisi ini sudah terjadi lima sampai tujuh tahun," ungkapnya.

Ia menegaskan, penanganan Pasar Serikat Batusangkar bukan sekadar renovasi, melainkan pembangunan ulang dengan membongkar bangunan lama dan mendirikan bangunan baru.

Eka berharap pembangunan tersebut dapat segera direalisasikan agar pedagang bisa berjualan dengan lebih aman dan nyaman. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih akan memperjuangkan penanganan pasar lainnya, termasuk kawasan Pasar Atas dan Pasar Bawah.

"Kami berharap pembangunan pasar ini benar-benar menjadi solusi bagi pedagang. Setelah ini, tentu kami juga akan memperjuangkan kebutuhan pasar-pasar lainnya di Tanah Datar," tutupnya.

(eva/dhn)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.