Jakarta -
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan lembaga-lembaga utama di Malaysia akan mengadakan serangkaian pertemuan pekan ini. Pertemuan tersebut membahas persiapan Malaysia dalam menghadapi ancaman siber dan geopolitik.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Anwar menjelaskan bahwa Malaysia termasuk negara yang dianggap sebagai target karena infrastruktur digital dan pusat datanya merupakan salah satu yang terkuat
Jakarta -
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan lembaga-lembaga utama di Malaysia akan mengadakan serangkaian pertemuan pekan ini. Pertemuan tersebut membahas persiapan Malaysia dalam menghadapi ancaman siber dan geopolitik.
Hal itu disampaikan Anwar saat menyampaikan pidato di parlemen Malaysia pada Selasa (3/11) waktu setempat. Anwar mengatakan Sekretaris Utama Pemerintah Malaysia dan Gubernur Bank Sentral akan memimpin pertemuan terpisah dengan berbagai departemen pemerintah serta lembaga keuangan untuk melakukan penilaian resiko.
Pernyataan Anwar ini disampaikan sebagai tanggapan atas arahan dan imbauan yang dikeluarkan bagi warga Uni Eropa, Kanada, dan Jepang untuk menimbun persediaan makanan, menyusul serangkaian serangan siber yang menghantam infrastruktur digital di seluruh Eropa dan dunia Barat, termasuk sistem administratifnya.
"Kami terus memantau perkembangan lain. Hal ini mencakup ketegangan di Timur Tengah, situasi di Yaman dan Laut Merah, serta ancaman keamanan yang terjadi di Eropa. Semua ini menunjukkan bahwa krisis di luar negeri dapat berdampak pada keselamatan rakyat kita, stabilitas ekonomi, dan kepentingan nasional kita," kata Anwar dalam pidato di parlemen Malaysia, dilansir Reuters, Rabu (4/11/2026).
Anwar menambahkan bahwa Dewan Keamanan Nasional telah mengadakan pertemuan pada hari Senin (2/11) untuk membahas mekanisme yang ada saat ini, koordinasi antar kementerian, lembaga, dan aparat keamanan, serta kesiapsiagaan negara dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi.
Dia menyebutkan bahwa pertemuan tersebut juga berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan terhadap berbagai bentuk ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
Anwar lantas menyinggung keberadaan badan intelijen asing tertentu, termasuk dari Israel, yang beroperasi di negara-negara tetangga. Dia juga menyebut adanya kelompok atau entitas Israel di Phuket dan wilayah selatan Thailand.
"Badan intelijen kami memandang hal ini sebagai potensi ancaman bagi negara," tegasnya.
Anwar menjelaskan bahwa Malaysia termasuk negara yang dianggap sebagai target karena kapabilitas infrastruktur digital dan pusat datanya merupakan salah satu yang terkuat. Dia juga menyinggung sikap Malaysia terkait isu-isu seperti Palestina dan Gaza yang dianggap kontroversial oleh beberapa negara lain.
Anwar menambahkan bahwa Direktur Jenderal Dewan Keamanan Nasional akan memberikan pengarahan khusus secara tertutup kepada seluruh anggota parlemen dalam satu hingga dua hari ke depan.
(ygs/ygs)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.