Riyadh -
Koalisi Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sedikitnya 11 drone dan satu rudal balistik yang terdeteksi di wilayah udaranya. Beberapa drone yang ditembak jatuh itu dilaporkan mengarah ke area ibu kota Riyadh dan kota suci Madinah.
Aktivitas pencegatan drone dan rudal yang baru-baru ini sering dilakukan Saudi ini, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (23/10/2026), dilaporkan oleh juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, dalam pernyataan via media sosial X pada Kamis (22/10) waktu setempat.
Al-Maliki menyebutkan bahwa belasan drone itu dicegat di atas wilayah Riyadh, Provinsi Timur, dan Madinah, sedangkan satu rudal balistik dicegat saat melesat menuju ke area Najran di Saudi bagian barat daya.
Tidak disebutkan lebih lanjut soal asal atau dari mana drone-drone itu diluncurkan, juga apakah aktivitas pencegatan itu menimbulkan kerusakan atau korban luka.
Pengumuman ini disampaikan saat Saudi, beberapa waktu terakhir, terus-menerus dilanda serangan rudal dan drone yang dilancarkan oleh kelompok Houthi, yang bermarkas di Yaman dan didukung Iran.
Sebelumnya, otoritas Saudi melaporkan sedikitnya empat orang tewas dalam rentetan serangan di Provinsi Timur.
Dua orang di antaranya tewas setelah tertimpa puing-puing yang jatuh setelah sistem pertahanan udara menggagalkan upaya serangan drone terhadap fasilitas minyak Aramco, sedangkan dua orang lainnya tewas dalam serangan yang menghantam Bandara Internasional King Fahd di Dammam.
Pada Rabu (21/10), koalisi Saudi melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya telah mencegat tujuh drone, yang beberapa di antaranya mengarah ke Madinah.
Perkembangan situasi terkini ini terjadi di tengah eskalasi yang terus berlangsung antara Saudi dan Houthi sejak Juli lalu, di samping pertempuran yang kembali pecah antara kelompok tersebut dengan pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Sejak Maret 2025, Saudi memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman dalam melawan Houthi. Kelompok tersebut telah menguasai wilayah-wilayah strategis di Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, sejak September 2014.
(nvc/dhn)