Liputan6.com, Jakarta - Perang melawan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), pemerintah berupaya menggerakkan kepedulian masyarakat agar ikut membantu keluarga yang membutuhkan, tanpa membebani anggaran negara.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji mengatakan, program yang dimulai sejak 2024 itu menjadi salah satu upaya mempercepat penurunan stunting dengan melibatkan masyarakat sebagai orang tua asuh.
"Gerakan yang diinisiasi oleh Kemendukbangga ini untuk membantu menurunkan stunting yang tidak melibatkan serta menggunakan APBN," kata Wihaji usai acara GENTING Collaboration Summit 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Dalam pelaksanaannya, GENTING menerapkan mekanisme penyaluran bantuan secara langsung dari donatur kepada keluarga penerima manfaat.
Skema ini dirancang untuk menjaga transparansi sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran, tanpa harus melewati perantara kementerian yang berpotensi menimbulkan persoalan gratifikasi di kemudian hari.
"Karena itu, semua bantuan-bantuan orang tua asuh langsung ke penerima manfaat," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini.
Efektivitas Program GENTING
Efektivitas program GENTING terbukti dari capaian 1.316.369 penerima manfaat hingga 2026, dari total 8.124.442 Keluarga Risiko Stunting (KRS) berdasarkan data tahun 2025.
"Alhamdulillah anak kita, anak asuh kita 1,3 juta, karena memang untuk KRS (Keluarga Risiko Stunting) di tempat kita ada 8,1 juta keluarga risiko stunting," ungkap dia.
Tak hanya menyasar anak-anak dari keluarga berisiko stunting, program GENTING juga melibatkan para orang tua asuh melalui pelaporan berkala mengenai bantuan yang telah disalurkan.
"Karena ini dari warga atau orang tua, maka kita laporkan kembali kepada orang tua tentang apa yang pernah diberikan selama satu tahun orang tua kepada anak asuh kita. Yang orang tuanya 182 ribu, anak asuhnya 1,3 juta tahun 2026," tutur Wihaji.
Dari sisi nominal, Wihaji mengungkapkan, total bantuan yang telah disalurkan melalui program GENTING mencapai Rp 96.304.071.000. Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan dasar keluarga penerima manfaat, mulai dari pemenuhan nutrisi hingga penyediaan hunian dan sanitasi layak.
"Rp 96 miliar itu nanti bisa kelihatan. Ini angka-angkanya semua bisa dipertanggungjawabkan, datanya ada, termasuk nutrisi berapa, rumah layak huninya berapa, jambannya berapa, air bersihnya berapa," ungkap dia.
Melalui program tersebut, Wihaji berharap upaya pencegahan stunting dapat menjangkau lebih banyak keluarga setiap tahunnya.
"Harapannya kita per tahun 1 juta anak, kita yang coba intersep, kita bantu dengan berbagai program. Ada yang bentuknya nutrisi, ada yang bentuknya air bersih, ada yang edukasi, dan banyak hal yang berkenaan dengan pencegahan stunting," kata dia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6