Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

ASA Sudaryono Menekan Kasus Keracunan MBG

Pengetatan SOP dan pengawasan ketat menjadi kunci utama untuk memastikan keamanan pangan siswa.

Liputan 6 2 menit baca 0 komentar
ASA Sudaryono Menekan Kasus Keracunan MBG
Foto: Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono buka-bukaan mengenai berbagai tantangan kompleks yang dihadapi lembaganya dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia bahkan menganalogikan perjalanan kebijakan BGN seperti permainan ular tangga yang kerap tersandung masalah di detik-detik akhir.

"Kami ini seperti main ular tangga. Bikin kebijakan macam-macam supaya operasional dapur dan pengawasan bagus, misal dari customer service bagus, pelayanan bagus, menunya bagus. Kan kita bikin macam-macam tadi, saya sudah jelaskan. Udah naik-naik tangga, sampai ujung mau finish, kena ular, karena keracunan. Langsung turun lagi," kata dia dalam paparannya di Gedung Usmar Ismail Hall, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Sudaryono mengakui, tekanan terbesar lembaganya adalah memastikan standar higienitas dan keamanan pangan benar-benar terjaga demi melindungi para siswa.

"Kami harus segera solve bagaimana caranya tidak boleh ada satu anak murid yang keracunan. itu adalah target kita paling utama," ungkap dia.

Menurut Sudaryono, tantangan krusial dalam pengelolaan MBG saat ini adalah memperketat fungsi pengawasan operasional guna mencegah kasus keracunan.

"Kalau kita lihat terkait keracunan dari total yang sudah kita alami, itu kemudian intinya dua. Untuk pengetahuan saja; waktu dan suhu. Makanan itu cuma urusannya waktu sama suhu," jelas dia.

Sudaryono menjelaskan, makanan dapat bertahan lebih lama jika kondisinya dijaga pada suhu ekstrem, baik di atas 60 derajat Celsius untuk makanan panas, atau di bawah 5 derajat Celsius untuk makanan dingin.

"Suhunya itu ada di suhu antara 5 sampai dengan 60 derajat. Kalau kita biarkan menu makanan yang kita makan di suhu itu dalam kurun waktu yang lama, pasti basi, pasti rusak. Sehingga intinya adalah bagaimana mengatur waktu dan mengatur suhu makanan," jelas dia.

Oleh karena itu, pihak BGN memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP), agar tidak ada lagi kelalaian yang dilakukan oleh para pegawai di SPPG.

"Ini SOP kami perketat dari mulai pengadaan tadi itu kan saya sampaikan, orang beli barang jadi enggak boleh. Ini alau terjadi kelalaian, ini disengaja. Sorry to say, harus saya tutup permanen," kata Sudaryono.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.