JAKARTA, iNews.id - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkatkan ancaman gangguan pernapasan bagi masyarakat, terutama kelompok rentan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 306.309 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak karhutla hingga 18 Oktober 2026, dengan 69.015 kasus dialami balita berusia 0-5 tahun.
Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prof Erlina Burhan, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ISPA di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk akibat karhutla.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Prof Erlina menyampaikan keprihatinan atas banyaknya kasus ISPA yang terjadi di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan.