MADRID, iNews.id - Ballon d’Or yang dimenangkan Harry Kane menuai kecurigaan dari mantan gelandang Real Madrid, Guti, yang menyoroti keputusan memindahkan lokasi upacara penghargaan ke London pada perayaan edisi ke-70. Dia menyebut kemenangan Kane sebagai sebuah “kebetulan luar biasa” karena penyerang tersebut berasal dari London.
Kane mengalahkan Kylian Mbappe dan Lamine Yamal dalam perebutan penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola tersebut. Penyerang Inggris itu memang memiliki catatan impresif sepanjang musim 2025-2026, tetapi hasil pemungutan suara tetap memunculkan perdebatan.
Kane mengakhiri musim 2025-2026 dengan torehan 73 gol untuk klub dan tim nasional. Catatan tersebut menjadi salah satu yang paling menonjol dalam sejarah sepak bola, meski masih berada di bawah rekor Lionel Messi yang mencetak 82 gol sepanjang musim 2011-2012.
Meski statistik Kane mengesankan, Guti belum sepenuhnya menerima hasil penghargaan tersebut. Dalam program televisi El Chiringuito setelah pemenang diumumkan, mantan pemain Real Madrid dan Timnas Spanyol itu mempertanyakan kaitan antara lokasi acara dan kemenangan Kane.
“Ini kebetulan saja, pada peringatan ke-70, mereka memindahkan acara ke London dan seseorang dari London memenangkannya. Ini kebetulan yang luar biasa, mereka memindahkannya ke London dan seseorang dari London memenangkannya, bukan? Maksud saya, seolah-olah semuanya sudah…”