Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Banjir Bandang Terjadi di Tanah Datar Sumbar

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir bandang terjadi di Tanah Datar, Sumatera Barat. Banjir bandang menyebabkan 15 keluarga mengungsi.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Banjir Bandang Terjadi di Tanah Datar Sumbar
Foto: Detik

Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir bandang terjadi di Tanah Datar, Sumatera Barat. Banjir bandang menyebabkan 15 keluarga mengungsi.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan kondisi air akibat banjir di Tanah Datar saat ini sudah mulai surut. Dia mengatakan tim BPBD juga sudah membantu warga.

"TRC BPBD Kabupaten Tanah Datar membutuhkan bantuan warga untuk membersihkan rumah masing-masing sehingga yang terkena luapan tadi bisa diselesaikan dengan baik dan tidak ada masalah untuk kesehatan di kemudian hari," kata Berton dalam konferensi pers secara daring di kanal YouTube BNPB, Senin (2/11/2026).

Banjir tersebut merendam 15 unit rumah dan 15 hektare lahan pertanian beserta kolam-kolam ikan. Dia menyebut peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/11).

Selain itu, banjir juga terjadi di Langkat dan Mandailing Natal, Sumatera Utara, serta Subulussalam, Gayo Lues, Aceh Barat dan Aceh Selatan di Provinsi Aceh.

"Dapat kami sampaikan ada terjadi di Langkat, Sumatera Utara dengan jumlah KK yang terdampak sebanyak 3.157 KK. Di Subulussalam, beberapa waktu yang lalu kami sudah menyampaikan, saat ini air mulai surut. Sedangkan ada beberapa terjadi di Aceh Selatan, Gayo Lues, maupun Mandailing Natal, Sumatera Utara," kata Berton.

Dia mengatakan banjir di Aceh Barat terjadi sejak 31 Oktober 2026 dan melanda 10 kecamatan dengan 43 Gampong. Ada 105 jiwa yang mengungsi.

"Di Aceh Selatan sendiri, banjir sudah terjadi sejak tanggal 28 Oktober melanda dua kecamatan dan di tiga gampong, dengan jumlah KK yang terdampak adalah 218 KK atau 756 jiwa. Dan saat ini kami mencatat ada 161 jiwa mengungsi dan ada 210 unit rumah terdampak dengan status yang sudah disampaikan oleh pemerintah daerah status tanggap darurat hingga dari 30 Oktober sampai 12 November 2026," kata Berton.

(haf/haf)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.