Jakarta -
Badan Gizi Nasional (BGN), Kejaksaan Agung (Kejagung), dan Kodam Jaya membantah keterkaitan dengan tumpukan motor listrik terbengkalai yang viral di media sosial. Lantas, siapa pemilik motor listrik tersebut?
Dirangkum detikcom, Rabu (21/10/2026), mulanya video berisi tumpukan motor terbengkalai itu viral di media sosial. Motor-motor itu awalnya diduga kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam video yang dilihat Senin (19/10), tampak sejumlah motor listrik berjejer di lahan kosong yang berada di dekat tumpukan sampah. Dalam narasi yang beredar, lokasi disebut berada di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
BGN Bantah Bukan Motor untuk MBG
Juru Bicara BGN Tysa Novenny membantah motor listrik dalam video tersebut milik BGN. Dia mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan dan membandingkan motor dalam video dengan motor trail listrik yang diadakan pada 2025.
"Itu bukan motor milik BGN. Kami sudah lakukan pengecekan dan membandingkan dari video yang teman-teman kirim itu dengan motor trail listrik pengadaan tahun 2025 yang jadi sorotan publik tersebut. Hasilnya berbeda," kata Tysa saat dihubungi, Senin (19/10).
Kejagung Bantah Bukan Barbuk Kasus BGN
Kejagung turut buka suara soal video viral tumpukan motor listrik terbengkalai itu. Kejagung memastikan motor-motor dalam video tersebut bukan barang bukti kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik di BGN.
"Kami pastikan itu bukan barang bukti terkait BGN," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna saat dikonfirmasi, Senin (19/10).
Dia mengatakan barang bukti kasus tersebut disimpan dalam gudang. Dia memastikan ciri-ciri motor dalam video tersebut berbeda dengan barang bukti yang ada.
"Dan semua motor pengadaan BGN ada di dalam gudang. Dari ciri-ciri sangat berbeda," katanya.
Kodam Jaya Bantah Milik TNI
TNI ikut menanggapi video deretan motor listrik terparkir di sebuah lahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. TNI membantah motor-motor tersebut milik TNI.
"Bukan," ujar Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Letkol Arh Noor Iskak lewat pesan singkat, Rabu (21/10). Iskak menjawab pertanyaan apakah deretan motor trail tersebut milik TNI.
Iskak tak mengetahui pasti siapa pemilik motor listrik tersebut. Iskak mengatakan dirinya telah mengecek sampai ke satuan jajaran Kodam Jaya.
"Saya belum tahu (pemilik motor), sudah saya cek data di satuan jajaran Kodam Jaya tidak ada yang punya itu. Mungkin dari bapaknya yang pertama nyebut kalau itu milik TNI, bisa ditanya personel TNI itu namanya siapa bisa kami telusuri," lanjutnya.
(amw/amw)