Balikpapan -
Balita di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) didiagnosis pneumonia akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Anak dari warga bernama Michael (29) tersebut mengalami batuk dan sesak nafas.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Balita di Balikpapan didiagnosis pneumonia akibat kabut asap karhutla. Michael, ayahnya, terkejut karena anaknya jarang keluar rumah.
Balikpapan -
Balita di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) didiagnosis pneumonia akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Anak dari warga bernama Michael (29) tersebut mengalami batuk dan sesak nafas.
Dilansir detikKalimantan, Kamis (15/10/2026), balita tersebut batuk dan sesak nafas pada Rabu (7/10). Michael keesokan harinya membawa anaknya ke Rumah Sakit Siloam untuk menjalani pemeriksaan.
Berdasarkan hasil rontgen x-ray, ditemukan infiltran pada zona atas paru-paru kiri dengan kesan diagnosis pneumonia. "Malamnya itu sesak napas dan tidurnya pun terganggu, kemudian besok harinya saya bawa berobat dan dianjurkan x-ray. Hasilnya ditemukan infiltrat pada zona atas kiri paru-paru yang didiagnosis pneumonia," ujarnya dilansir dari detikKalimantan, Kamis (15/10).
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter yang diterima Michael, kabut asap menjadi salah satu aspek pemicu pneumonia yang dialami anaknya. Michael mengaku terkejut karena anaknya jarang melakukan aktivitas di luar rumah.
"Dari situ kita mendapatkan info bahwa penyakit ini dipengaruhi karena adanya asap yang juga semakin tebal. Apalagi sekarang kualitas udara di Balikpapan masuk dalam kategori tidak sehat untuk warganya," ucapnya.
"Sebelum sesak napas itu kita tidak ada melakukan aktivitas keluar rumah, palingan hanya bermain di halaman rumah saja. Tiba-tiba malamnya sudah batuk-batuk dan juga mengalami sesak napas," lanjutnya.
Simak selengkapnya di sini
(isa/idh)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.