Jakarta -
Seorang petani dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Padabeunghar, Darsa atau akrab disapa Dodo (51), menyelamatkan bayi surili yang terjebak di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Puncak Dulang Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat (Jabar). Bayi primata endemik Jawa ini ditemukan lemas saat api mulai mengepung pohon tempatnya berlindung.
Dodo menemukan bayi tersebut pada Kamis (22/10) sekitar pukul 23.00 WIB, saat sedang berjibaku memadamkan api di ketinggian 1.600 mdpl. Saat memadamkan api, Dodo mendengar suara hewan merintih. Karena penasaran, Dodo kemudian mendekati suara tersebut dan melihat seekor anak surili berwarna putih sedang sendirian di tengah kobaran api.
Menurut Dodo, saat ditemukan, kondisi anak surili tersebut sangat memprihatinkan. Saat itu, surili tersebut sedang dalam kondisi lemah karena terlalu lama menghirup asap kebakaran.
"Tadi malam jam 11-an, kita kan proses memadamkan api di Puncak Gunung Dulang. Kemudian saya mendengar suara-suara yang aneh, dikirain suara burung gitu kan. Akhirnya kita, kita cek, jadi pakai baterai, ternyata anak Surili. Akhirnya saya ambil. Pohonnya sudah terbakar, sekitarnya habis terbakar," tutur Dodo dilansir detikJabar, Jumat (23/10/2026).
Dodo memperkirakan, karena tali pusar masih menempel, usia bayi itu baru sekitar satu minggu. Menurutnya, surili tersebut diduga ditinggal induknya kabur untuk menyelamatkan diri saat api mulai merembet ke dahan pohon setinggi lima meter itu. Karena lahan dan ranting sekitarnya sudah terbakar, untuk mengevakuasi surili tersebut, Dodo harus memotong dahan terlebih dahulu.
"Kan ada beberapa pohon yang kering tuh besar tinggi bisa 30 meteran. Jadi saya kan nggak mampu memadamkan karena itu harus dipotong dulu. Pohonnya harus ditebang, dirobohkan baru di clear-kan apinya dan diambil surlilinya. Waktu ditemukan nempel terus di dahan, kondisinya lemas. Mungkin sudah lama tidak menyusu dan sesak napas karena asap," tutur Dodo.
Baca selengkapnya di sini.
(rfs/idn)