TEL AVIV, iNews.id - Seorang profesor matematika Israel didakwa merancang serangan teror terhadap ratusan warga Arab yang tinggal di Israel. Tak berhenti pada rencana pembantaian, dia juga disebut ingin memicu eksodus warga Arab dengan mendorong mereka meninggalkan Israel dan wilayah pendudukan Tepi Barat.
Jaksa penuntut Israel mengungkap skenario mengerikan tersebut dalam surat dakwaan terhadap profesor yang mengajar di Universitas Bar-Ilan itu. Rencananya diperkirakan menewaskan 600 hingga 700 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Sang profesor juga disebut ingin mengusir warga Arab ke Yordania, Lebanon, maupun Gaza. Untuk mencapai tujuan itu, serangan dirancang sedemikian rupa agar menimbulkan ketakutan besar dan mendorong warga Arab melarikan diri dari wilayah mereka.