Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Belanja APBD Jakarta 2026 Baru Terserap 54,39 Persen, Pramono Ingatkan Jajarannya

Pramono Anung meminta perangkat daerah mempercepat kegiatan APBD 2026. Hingga akhir September, realisasi belanja Jakarta baru mencapai 54,39 persen dari pagu Rp 74,29 triliun.

Liputan 6 2 menit baca 0 komentar
Belanja APBD Jakarta 2026 Baru Terserap 54,39 Persen, Pramono Ingatkan Jajarannya
Foto: Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh perangkat daerah mempercepat penyelesaian kegiatan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Langkah ini dilakukan agar realisasi belanja tidak menumpuk menjelang akhir tahun.

Hingga 30 September 2026, realisasi belanja daerah Jakarta tercatat Rp 40,40 triliun atau 54,39 persen dari pagu sebesar Rp 74,29 triliun.

“Saya secara khusus telah meminta kepada perangkat daerah untuk segera menyelesaikan kegiatan sehingga tidak menumpuk di ujung tahun,” kata Pramono dalam konferensi pers realisasi APBD DKI Jakarta hingga triwulan III di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Pramono menyoroti pola pelaksanaan belanja pemerintah yang kerap terkonsentrasi pada November dan Desember. Menurut dia, persiapan kegiatan semestinya dilakukan lebih awal setelah APBD ditetapkan.

“Karena ini selalu menjadi tradisi baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, semuanya ditumpuk di ujung tahun, apakah November, Desember, dan sebagainya,” ujarnya.

Dia menegaskan, APBD tidak hanya berkaitan dengan besarnya anggaran yang dibelanjakan. Penggunaan anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung aktivitas ekonomi.

 

Realisasi APBD dan Dampaknya bagi Kehidupan Warga

Pramono mengajak seluruh pihak melihat realisasi APBD dari dampaknya terhadap kehidupan warga Jakarta.

“Tetapi yang paling penting adalah pertanyaan mendasar kepada masyarakat. Apakah layanan publik di Jakarta menjadi semakin baik? Apakah kegiatan ekonominya juga semakin baik dan transparan? Apakah pembangunannya juga menjawab kebutuhan warga?” kata dia.

Sementara itu, pendapatan daerah DKI Jakarta hingga 30 September 2026 mencapai Rp 44,98 triliun atau 62,95 persen dari target Rp 71,45 triliun.

Adapun penerimaan pembiayaan daerah tercatat Rp 6,46 triliun atau 64,43 persen dari target Rp 9,88 triliun. Sementara pengeluaran pembiayaan terealisasi Rp 2,02 triliun atau 28,74 persen dari pagu Rp 7,04 triliun.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.