Jakarta -
Kelompok bersenjata menculik sekitar belasan anak di wilayah tengah Nigeria. Peristiwa ini merupakan penculikan massal terbaru yang terjadi di negara bagian Niger.
Dilansir dari AFP, Senin (2/11/2026), menurut sumber tersebut, para pelaku yang mengendarai sepeda motor menculik anak-anak itu pada hari Sabtu (31/10) di dekat kota Maigujeri, distrik Rafi. Saat kejadian, anak-anak tersebut sedang dalam perjalanan pulang dari ladang setelah membantu guru sekolah Al-Qur'an mereka memanen jagung.
Sebuah laporan keamanan yang dilihat oleh AFP menyebutkan ada 18 anak yang diculik, sementara seorang warga setempat bernama Mohammed Abdullahi mengatakan jumlahnya mendekati 12 orang.
Penculikan ini merupakan rangkaian terbaru dari serangkaian serangan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata berat-yang secara lokal disebut sebagai "bandit"-yang dalam beberapa bulan terakhir semakin sering melancarkan serangan kekerasan, penculikan, dan pencurian ternak di negara bagian Niger.
"Mereka diculik saat dalam perjalanan pulang dari ladang milik guru mereka," ujar Abdullahi. Ia menambahkan bahwa salah satu anak sempat tertembak dan kini tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Minna, ibu kota negara bagian tersebut.
Pihak kepolisian tidak menanggapi permintaan komentar dari AFP.
Penculikan ini menyusul serangkaian kasus penculikan massal di negara bagian tersebut yang dilakukan oleh kelompok-kelompok kriminal. Beberapa di antaranya diketahui memiliki hubungan dengan kelompok jihadis yang beroperasi di wilayah barat laut dan tengah Nigeria.
Pada bulan September, setidaknya 47 petani-sebagian besar perempuan-diculik saat sedang memanen kacang tanah. Sebelumnya, pada bulan Agustus, sekitar 50 anak juga diculik dari sebuah ladang, namun kemudian dibebaskan setelah uang tebusan dibayarkan.
Pada bulan November tahun lalu, lebih dari 250 anak dari sebuah sekolah asrama Katolik di Papiri, yang juga terletak di negara bagian Niger, sempat diculik. Mereka kemudian dibebaskan sebulan kemudian setelah uang tebusan dalam jumlah besar diserahkan.
(isa/isa)