Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Benarkah Siklon Champi Sedot Asap Karhutla? Ini Penjelasan BMKG

BMKG menjelaskan Siklon Tropis Champi tak langsung mengubah arah sebaran asap karhutla. Namun sirkulasi siklon tersebut masih bisa memengaruhi kondisi atmosfer.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Benarkah Siklon Champi Sedot Asap Karhutla? Ini Penjelasan BMKG
Foto: Detik

Jakarta -

Beredar di media sosial narasi yang menyebut Siklon Tropis Champi menyedot karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO₂), hingga aerosol dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Indonesia bagian timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi penjelasan terkait fenomena tersebut.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdani, menjelaskan Siklon Tropis Champi tak secara langsung mengubah arah penyebaran asap karhutla. Meski begitu, sirkulasi siklon tersebut masih bisa memengaruhi kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Indonesia.

"Secara meteorologis, Siklon Tropis Champi tidak menyedot asap karhutla atau secara langsung mengubah arah sebarannya," kata Andri kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).

Dia mengatakan Champi saat ini berada sekitar 1.890 kilometer di utara Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Siklon tersebut bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

"Meski demikian, sirkulasinya masih dapat memengaruhi kondisi atmosfer di sebagian wilayah Indonesia," katanya.

Dia mengatakan salah satu dampaknya berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah yang terdampak karhutla. BMKG menjelaskan hujan dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel asap di udara.

"Pengaruh tidak langsung tersebut antara lain berupa hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Utara, Kalimantan Barat bagian utara, dan Kepulauan Riau bagian utara," ujarnya.

"Jika hujan turun di wilayah terdampak asap, air hujan akan menangkap dan membawa sebagian partikel asap ke permukaan sehingga mengurangi konsentrasi partikel di udara setempat," sambungnya.

BMKG menjelaskan Champi berada pada kategori 4 dan diprakirakan mengalami penurunan kekuatan. Pergerakannya juga diperkirakan tetap menjauhi Indonesia.

"Jadi, pengaruh Champi terhadap asap bukan melalui tarikan angin secara langsung, melainkan melalui kondisi cuaca, termasuk hujan yang dapat membantu mengurangi partikel asap di udara. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG," tuturnya.

Sebagai informasi, siklon tropis dibagi dalam 5 kategori. Siklon kategori 1 merupakan kategori paling rendah, dan siklon tropis kategori 5 paling tinggi.

Laporan media CNN menyebut topan super Champi merupakan badai terkuat tahun ini. Sementara itu, NHK melaporkan topan Champi diperkirakan akan mendekati pulau di barat daya Jepang mulai hari Jumat ini hingga sekitar hari Sabtu mendatang.

Badan Meteorologi Jepang menyatakan badai yang tergolong topan besar dan dahsyat ini bergerak ke arah barat laut di perairan sebelah timur Filipina mulai Rabu ini. Champi kembali menguat sejak Selasa malam dengan tekanan udara di pusat badai mencapai 900 hektopaskal.

Badai ini diperkirakan akan menerjang Kepulauan Sakishima di Prefektur Okinawa dengan angin kencang mulai hari Jumat. Perairan di sekitar kepulauan tersebut akan menjadi sangat ganas, dengan perkiraan ketinggian gelombang mencapai 11 meter.

Wilayah ini juga berpotensi diguyur hujan lebat seiring mendekatnya topan tersebut. Pihak berwenang di bidang cuaca mengimbau masyarakat untuk melakukan persiapan sejak dini.

Badai ini diperkirakan akan mengubah arah dan bergerak ke timur laut. Lintasan pastinya belum dapat dipastikan, namun badai ini berpotensi berdampak pada sebagian wilayah Jepang bagian barat.

(amw/ygs)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.