Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Berhasil Dievakuasi, Jenazah Sertu Anumerta Heri Bakal Diterbangkan ke Kediri Besok

Jenazah Sertu Anumerta Heri berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan pada Jumat (6/11). Usia dievakasi, jenazah almarhum bakal diterbangka ke Kediri, Jawa Timur (Jatim), besok (7/11).

Jawa Pos 3 menit baca 0 komentar
Berhasil Dievakuasi, Jenazah Sertu Anumerta Heri Bakal Diterbangkan ke Kediri Besok
Foto: Jawa Pos

Jenazah Sertu Anumerta Heri dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada Jumat (6/11). Heri menjadi korban terakhir yang dievakuasi pasca kecelakaan helikopter milik TNI AD di Kalteng.

JawaPos.com - Jenazah Sertu Anumerta Heri berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan pada Jumat (6/11). Usia dievakasi, jenazah almarhum bakal diterbangka ke Kediri, Jawa Timur (Jatim), besok (7/11).

 Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S. P. Panjaitan mengatakan, penundaan pemulangan jenazah prajurit TNI AD yang menjadi korban kecelakaan Helikopter Mi 17V5 itu dilakukan dengan berbagai pertimbangan, mulai penyiapan jenazah serta antisipasi kondisi cuaca buruk di wilayah Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

”Sesuai rencana, pesawat Casa 212 Noreg A-9135 akan membawa jenazah dari Seruyan menuju Bandara Kediri,” kata dia dalam keterangan resminya.

Merujuk jadwal penerbangan, pesawat tersebut tiba di Kediri pada pukul 10.45 WIB. Dari bandara, jenazah Sertu Anumerta Heri akan disambut upacara militer yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) Kediri Letkol Infanteri Dhavid Nur Hadiansyah.

Setelah prosesi penyambutan, jenazah bakal dipindahkan ke rumah duka di Dusun Jatirejo, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Danpuspenerbad Mayjen TNI M. Masrukin dijadwalkan memimpin langsung upacara persemayaman di rumah duka pada pukul 13.00 WIB.

Sebagai penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum, upacara pemakaman secara militer akan digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Trenggalek pada pukul 14.00 WIB. Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto akan menjadi inspektur upacara dalam prosesi pemakaman prajurit tersebut.

Merujuk keterangan resmi TNI AD, operasi SAR prajurit Angkatan Darat tersebut dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah (pemda), dan masyarakat setempat.

Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan. Dalam evakuasi tersebut, Tim SAR Gabungan lebih dulu membalikan badan helikopter yang sudah jatuh di wilayah perairan itu. 

”Proses tersebut dilakukan menggunakan bantuan kapal tugboat yang menarik badan helikopter, sehingga tim penyelam dapat menjangkau dan mengevakuasi korban dari dalam badan pesawat,” bunyi keterangan resmi TNI AD. 

Meski proses evakuasi berlangsung di tengah tantangan seperti arus perairan yang kuat, kondisi air keruh dan berlumpur, pencahayaan minim, serta tumpahan minyak di sekitar lokasi kejadian, namun Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban. 

”Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang ada, proses evakuasi dapat diselesaikan dengan baik,” lanjut TNI AD.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menggunakan kapal menuju Pelabuhan Segintung. Dari pelabuhan itu, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kuala Pembuang. Dengan evakuasi jenazah Sertu (anumerta) Heri, operasi SAR kecelakaan helikopter tersebut selesai dilakukan.


Selain Sertu Heri, dua korban meninggal dunia lainnya adalah Letkol CPN Anumerta Dudi dan Kapten CPN Anumerta Hafiz. Sementara korban selamat terdiri atas Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya, dan Kapten CPN Suganda. 

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.