Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar bertemu Ustad Abdul Somad (UAS) di Pondok Pesantren Az-Zahra, Kampar, Riau. (PKB)
Lanjutkan dari posisi terakhir
Muhaimin Iskandar menekankan perbedaan tidak boleh berlangsung lama. Umat islam harus bersatu kembali dan menghindari perpecahan.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar bertemu Ustad Abdul Somad (UAS) di Pondok Pesantren Az-Zahra, Kampar, Riau. (PKB)
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menekankan perbedaan tidak boleh berlangsung lama. Umat islam harus bersatu kembali dan menghindari perpecahan. Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan Ustad Abdul Somad (UAS) di Pondok Pesantren Az-Zahra, Kampar, Riau. Pertemuan digelar usai Apel Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Dar el Hikmah, Pekanbaru. Muhaimin mengajak UAS untuk membangun kebersamaan di kalangan ulama. Pemuka agama harus bersatu demi kemaslahatan uamt. “Sudahlah, perbedaan itu sekali saja, lima menit di kotak suara saja. Lima menit saja. Tapi setelah itu tentu persatuan lebih baik, semua bersatu tanpa ada sekat perbedaan,” ujar, Kamis (22/10). Baca Juga: HP Android Kamu Sering Restart Sendiri? Jangan Panik, Coba 7 Jalan Berikut Mekon Pemberdayaan Masyarakat ini menilai, UAS mampu mempersatukan umat. Dakwahnya selama ini bisa menjangkau berbagai laspisan masyarakat, hingga pelosok. Dia mengaku sudah lama mengikuti dakwah UAS bersama keluarganya. Ia juga mengenang perjuangan UAS dalam membela tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), seperti tahlilan dan pembacaan Surah Yasin, yang tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat. Tradisi seperti ini bukan sekadar ritual. Melainkan menjadi sarana umat meningkatkan solidaritas sosial. “UAS ini pembela jemaah di kampung-kampung transmigran di seluruh pelosok. Saya tahu persis perjuangannya,” jelasnya. Baca Juga: Wujud Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional, Bank Jatim Kolaborasi dengan 3 Institusi Muhaimin menyampaikan, persatuan umat Islam memiliki arti strategis, bukan hanya bagi kehidupan keagamaan, melainkan juga bagi upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat arah perjuangan bangsa. Dia menyoroti masih besarnya persoalan kemiskinan yang dihadapi umat Islam. Menurutnya, potensi umat yang besar seharusnya dapat menjadi kekuatan untuk memperbaiki kondisi sosial-ekonomi apabila dibarengi kebersamaan dan langkah nyata. “Kalau umat Islam bersatu, mengubah nasib bangsa akan lebih cepat,” ujarnya. Selain berdampak pada kesejahteraan, ia meyakini persatuan umat juga dapat memperkuat kontribusi Indonesia dalam menghadapi berbagai persoalan dunia Islam. Karena itu, ia berharap para ulama dapat memainkan peran sebagai penuntun moral sekaligus pengarah gerakan umat dan kehidupan kebangsaan.
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.