Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

BGN Klaim Konsumsi Protein Hewani Anak Naik Jadi 84 Persen Berkat MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkatkan konsumsi protein hewani anak dari 26% jadi 84%, pentingnya pendidikan gizi ditekankan.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
BGN Klaim Konsumsi Protein Hewani Anak Naik Jadi 84 Persen Berkat MBG
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkatkan konsumsi protein hewani anak sekolah dari 26 persen menjadi 84 persen. Selain itu, tingkat konsumsi buah dan sayur disebut naik dari sekitar 65 persen sebelum program MBG menjadi 90 persen setelah program berjalan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, peningkatan konsumsi tersebut perlu diimbangi dengan pendidikan gizi agar anak-anak memahami pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

“Tingkat konsumsi buah dan sayur, sebelum ada MBG sekitar 65 persen dan setelah ada MBG naik menjadi 90 persen. Ya, jadi sudah agak tinggi, kemudian dengan MBG lebih tinggi lagi,” kata Sudaryono melalui pernyataannya yang diunggah di akun instagram @sudaru_sudaryono, Senin (19/10).

Dia menilai, keterlibatan guru menjadi salah satu faktor penting untuk menumbuhkan kesadaran gizi pada anak. Karena itu, dia mengharapkan kepala daerah beserta jajarannya ikut mendorong pendidikan gizi di sekolah.

Menurut Sudaryono, pemahaman gizi yang baik dapat membantu orang tua melengkapi kebutuhan nutrisi anak di rumah. Dengan demikian, pemenuhan gizi anak tidak hanya bergantung pada makanan yang diberikan melalui program MBG.

“Sehingga generasi kita mendatang dengan tambahan MBG, ditambah kesadaran yang baik terhadap pemahaman gizi, maka Bapak, Ibu, orang tua bisa kemudian melengkapi kebutuhan gizinya. Kebutuhan protein, kebutuhan sayur, serat, kebutuhan karbohidratnya itu kemudian bisa ditambahi lagi asupannya di rumah orang tua masing-masing,” jelasnya..

Meski capaian itu positif,, dia mengakui capaian tersebut belum menjangkau seluruh anak sekolah. Menurut dia, masih ada 16 persen anak yang sekolahnya belum mendapatkan layanan MBG karena dapur penyedia makanan belum beroperasi.

“Kenapa 84, kenapa enggak 100? Karena masih ada, 16 persen masih ada anak-anak kita yang sekolah yang wilayahnya belum, dapur-dapur MBG-nya belum beroperasi,” katanya.

Sudaryono mengatakan, BGN bertanggung jawab mempercepat operasional dapur MBG agar anak-anak yang belum menerima program tersebut segera mendapatkan layanan.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.