JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di Indonesia mengalami kemunduran akibat pengaruh El Nino yang sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena iklim itu berpotensi mengurangi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
"BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di lndonesia mengalam kemunduran akibat pengaruh El Nino sangat kuat dan IOD positif yang berpotensi mengurangi curah huian," tulis akun resmi BMKG, dikutip Rabu (21/10).
BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026. Untuk puncak musim hujan diprediksi berlangsung Desember 2026 hingga Februari 2027. Namun begitu, waktu awal musim hujan berbeda-beda di setiap wilayah.
Awal Musim Hujan Oktober 2026
Pada Oktober 2026, sebanyak 63 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 7,6 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim hujan. Wilayah tersebut meliputi sebagian Sumatera, Jawa Barat dan Kalimantan.
Selain itu juga di Sulawesi Barat, sebagian kecil Sulawesi Tengah, Maluku Utara, serta sebagian wilayah Papua. Untuk Papua termasuk Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah bagian timur.
November 2026, Musim Hujan Meluas
Memasuki November 2026, awal musim hujan diperkirakan terjadi di 185 ZOM atau sekitar 24,66 persen wilayah Indonesia. Wilayah yang diperkirakan mulai mengalami musim hujan mencakup sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.
Ada juga Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat bagian utara, serta Papua Selatan.
Perkiraan tersebut menunjukkan musim hujan mulai meluas ke sejumlah wilayah. Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca karena waktu peralihan musim tidak seragam di seluruh Indonesia.
Desember 2026, Sejumlah Wilayah Mulai Hujan
Pada Desember 2026, awal musim hujan diprediksi terjadi di 266 ZOM. Berdasarkan data yang disampaikan, wilayah tersebut meliputi sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta Papua Selatan bagian selatan.