Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

BMKG: Siklon Champi Tak Isap Asap Karhutla, tapi Dapat Turunkan Hujan

BMKG mengungkap secara meteorologis, Siklon Tropis Champi tidak menyedot asap karhutla atau secara langsung mengubah arah sebarannya. #newsupdate #update #news #text

Kumparan 2 menit baca 0 komentar
BMKG: Siklon Champi Tak Isap Asap Karhutla, tapi Dapat Turunkan Hujan
Foto: Kumparan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan Siklon Tropis Champi tidak menyedot asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun secara langsung mengubah arah sebarannya. Di media sosial ramai terkait siklon Champi yang dapat menghisap asap karhutla.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andri Ramdhani mengatakan, Siklon Tropis Champi saat ini berada sekitar 1.890 kilometer di utara Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dan bergerak menjauhi Indonesia.

“Secara meteorologis, Siklon Tropis Champi tidak menyedot asap karhutla atau secara langsung mengubah arah sebarannya. Champi berada sekitar 1.890 km di utara Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dan bergerak menjauhi Indonesia. Meski demikian, sirkulasinya masih dapat memengaruhi kondisi atmosfer di sebagian wilayah Indonesia,” kata Andri saat dihubungi kumparan, Kamis (22/10).

Andri menjelaskan, pengaruh tidak langsung Champi antara lain berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, yakni Kalimantan Utara, Kalimantan Barat bagian utara, dan Kepulauan Riau bagian utara.

Hujan yang turun di wilayah terdampak asap dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel di udara. Sebab, air hujan dapat menangkap dan membawa sebagian partikel asap ke permukaan.

“Pengaruh tidak langsung tersebut antara lain berupa hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Utara, Kalimantan Barat bagian utara, dan Kepulauan Riau bagian utara,” jelas Andri.

“Jika hujan turun di wilayah terdampak asap, air hujan akan menangkap dan membawa sebagian partikel asap ke permukaan sehingga mengurangi konsentrasi partikel di udara setempat,” sambungnya.

Andri menyebut Champi saat ini berada pada kategori 4. Meski demikian, kekuatannya diprakirakan menurun dengan arah pergerakan yang tetap menjauhi Indonesia.

Ia menegaskan, potensi pengurangan partikel asap akibat Champi bukan disebabkan oleh tarikan angin siklon secara langsung, melainkan melalui pengaruhnya terhadap kondisi cuaca, termasuk hujan.

“Champi berada pada kategori 4 dan kekuatannya diprakirakan menurun, dengan pergerakan tetap menjauhi Indonesia. Jadi, pengaruh Champi terhadap asap bukan melalui tarikan angin secara langsung, melainkan melalui kondisi cuaca, termasuk hujan yang dapat membantu mengurangi partikel asap di udara. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG,” tutup Andri.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.