JAKARTA, iNews.id - BMW China dilaporkan mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.800 karyawan atau 10 persen dari total tenaga kerja BMW Brilliance Automotive (BBA). Pengurangan tenaga kerja tersebut mulai berlaku pada 2 November 2026, di tengah tekanan keuangan dan penurunan penjualan BMW di pasar otomotif China.
Dilansir dari laporan AI4Robo, sejumlah karyawan mengonfirmasi PHK tersebut mencakup pekerja produksi dan administrasi. Namun, staf produksi menjadi kelompok paling terdampak, terutama di kantor pusat dan fasilitas BMW di Shenyang, Provinsi Liaoning.
Langkah ini menjadi perhatian karena China merupakan salah satu pasar terbesar BMW Group. Penurunan penjualan di negara tersebut turut memberikan tekanan terhadap kinerja perusahaan di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin ketat.