Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

BNPB Catat 1.417 KK Terdampak Banjir di Jatim, Cuaca Ekstrem Terjang Brebes dan Sumenep

Jumlah keluarga terdampak banjir di Jawa Timur mengalami penurunan dari laporan sebelumnya pada 2 November 2026. #newsupdate #update #news #text

Kumparan 4 menit baca 0 komentar
BNPB Catat 1.417 KK Terdampak Banjir di Jatim, Cuaca Ekstrem Terjang Brebes dan Sumenep
Foto: Kumparan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian banjir dan cuaca ekstrem di Jawa Timur, Aceh, serta Sumatera Barat.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S.P. Panjaitan menjelaskan, jumlah keluarga terdampak banjir di Jawa Timur mengalami penurunan dari laporan sebelumnya pada 2 November 2026.

“Di Jawa Timur, kami update di Jawa Timur yang terjadi tanggal 2 November kemarin sudah kami sampaikan, bahwa saat ini terjadi penurunan keluarga yang terdampak. Sekarang menjadi 1.417 KK dan saat ini juga masih tetap dalam penanganan,” kata Berton dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (4/11).

Sementara itu, banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dilaporkan telah surut. BNPB menyebut penanganan di wilayah tersebut sudah selesai.

“Ada beberapa kejadian banjir yang terjadi seperti di Aceh Pidie Jaya. Saat ini airnya sudah surut dan kami mendapatkan laporan bahwa di Aceh Pidie Jaya kasus atau kejadian ini sudah terselesaikan dengan baik,” ungkapnya.

Selain Pidie Jaya, BNPB juga menyampaikan perkembangan banjir di Kabupaten Aceh Barat. Kata Berton, air Sungai Mas dilaporkan mulai surut dan penanganan di wilayah tersebut telah selesai.

“Di mana Sungai Mas airnya sudah mulai surut dan masalah di sana juga sudah selesai dan tentu kita mengucapkan terima kasih kepada seluruh para pelaku kebencanaan yang bekerja bahu-membahu untuk meringankan beban masyarakat,” kata Berton.

Lebih lanjut, BNPB juga melaporkan kejadian banjir dan tanah longsor di Kabupaten Malang yang terjadi pada 1 November.

Bencana itu berdampak terhadap setidaknya 24 KK dan melibatkan delapan kecamatan. Meski begitu, Berton menyampaikan tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.

“Sedangkan penanganan banjir dan tanah longsor di Kabupaten Malang, ini ada delapan kecamatan terdampak banjir maupun tanah longsor. Namun demikian kita bersyukur tidak ada korban yang terdampak terutama korban jiwa,” jelasnya.

Menurut Berton, petugas mengerahkan ekskavator dan tangki air untuk membersihkan sejumlah ruas jalan yang terdampak. Dalam hal ini, BNPB turut melakukan pemantauan di wilayah Gandusari dan Tirtoyudo.

“Juga dikirimkan tim ekskavator, tangki air untuk membersihkan beberapa ruas-ruas jalan memang yang sedang terdampak, serta melakukan monitoring wilayah di Gandusari, Tirtoyudo,” ucap dia.

Banjir Padang dan Solok Ditangani, Susur Sungai Jadi Prioritas

Untuk wilayah Sumatera Barat, BNPB menyampaikan perkembangan penanganan banjir yang kembali melanda Kota Padang dan Kabupaten Solok pada pertengahan Oktober 2026.

Berton menerangkan, BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah di kedua wilayah tersebut. Pemerintah daerah juga melakukan sejumlah upaya untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

“Perkembangannya adalah bahwa kita sudah menangani dengan baik, baik pemerintah daerah tentu melaksanakan beberapa upaya-upaya meringankan beban dari masyarakat yang terdampak di dua wilayah ini, di Solok maupun di Kota Padang,” terang Berton.

Selain penanganan terhadap masyarakat terdampak, BNPB bersama pemerintah daerah turut mengupayakan penanganan sungai agar aliran air lebih lancar saat musim hujan, yakni melalui kegiatan susur sungai.

“Sungai yang ada di Padang maupun di Kabupaten Solok untuk menjadi lebih clear, lebih air bisa berjalan dengan baik sehingga musim hujan ini tidak terdampak dengan baik,” ujarnya.

“Bapak gubernur waktu itu juga menyampaikan di hadapan bapak kepala badan kita bahwa susur sungai menjadi program yang menjadi diutamakan saat ini,” sambungnya.

Cuaca Ekstrem di Sumenep dan Brebes

Pada kesempatan itu, BNPB juga melaporkan data kejadian cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dan Brebes, Jawa Tengah.

Di Brebes, cuaca ekstrem berdampak terhadap 33 KK dan menyebabkan satu fasilitas pendidikan mengalami kerusakan ringan.

Dalam hal ini, kata Berton, BPBD Kabupaten Brebes telah berkoordinasi dengan kecamatan Wanasari dan pemerintah desa Tegalgandun untuk melakukan asesmen, pendataan, serta pemantauan kondisi di lokasi terdampak.

Sementara itu, cuaca ekstrem di Kabupaten Sumenep berdampak terhadap 11 KK. BNPB mencatat sebanyak 11 rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Berton menyebut, BPBD Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Sumenep melakukan asesmen dan koordinasi untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak.

“Ada 11 keluarga yang terdampak, 11 unit rumah rusak ringan, serta upaya BPBD Jawa Timur beserta BPBD Kabupaten Sumenep melakukan berbagai upaya seperti asesmen maupun koordinasi untuk memberikan bantuan berupa sembako maupun terpal kepada para korban,” papar Berton.

Pada kesempatan itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah seiring memasuki musim penghujan.

“Kami terus mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi basah seiring dengan memasuki musim penghujan,” tekan Berton.

Ia juga menekankan pentingnya mitigasi dan pengurangan risiko bencana yang dilakukan secara terencana sejak dini, melalui koordinasi dan langkah antisipatif sesuai karakteristik risiko masing-masing wilayah.

“Upaya mitigasi, pengurangan risiko bencana perlu menjadi perhatian bersama serta melaksanakan secara terencana dan sedini mungkin melalui penguatan koordinasi, peningkatan kesiapsiagaan, dan langkah-langkah antisipatif sesuai dengan karakteristik risiko di masing-masing wilayah,” tutupnya.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.