Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Bonus Demografi 2030, Wamenkes Ungkap Risiko Pengangguran Masal jika SDM Tak Sehat

Wamenkes Benjamin P. Octavianus menekankan kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas SDM dalam menghadapi bonus demografi 2030.

Jawa Pos 1 menit baca 0 komentar
Bonus Demografi 2030, Wamenkes Ungkap Risiko Pengangguran Masal jika SDM Tak Sehat
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Puncak bonus demografi penduduk usia produktif Indonesia diproyeksikan terjadi pada 2030, berpotensi menjadi ancaman apabila tidak diimbangi dengan kualitas kesehatan dan kompetensi SDM.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin P. Octavianus menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk mencetak tenaga kesehatan unggul guna mengawal visi Indonesia Emas 2045.

Dia menjelaskan, pada 2030, proporsi penduduk usia produktif berada pada puncak demografi yakni 15–64 tahun.

Tanpa SDM sehat dan kompeten, surplus tenaga kerja menjadi beban pengangguran. 

"Mari kita bangun sistem kesehatan yang semakin kuat, adil, bermutu, dan mampu menjawab tantangan masa depan. UKI dapat melahirkan karya yang memberikan manfaat bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia," ujar Benjamin pada Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-73 Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Auditorium Graha William Soeryadjaya, Kampus UKI, Jakarta.

Wamenkes yang juga merupakan alumnus Fakultas Kedokteran (FK) UKI menyampaikan apresiasi atas kontribusi almamater.

Hingga 2025, FK UKI tercatat telah meluluskan lebih dari 6.000 dokter yang mengabdi di berbagai daerah hingga luar negeri.

Kemenkes pun menyatakan dukungannya agar FK UKI segera membuka program pendidikan dokter spesialis.

Selain penguatan tenaga medis, Benjamin menyoroti urgensi kemandirian riset dan pengembangan vaksin di dalam negeri untuk menghadapi penyakit prioritas global.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.