Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

BPGMN Mulai Bergerak, Tanam Seribu Bibit Mangrove di Sungsang Banyuasin Sumsel

Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) menanam seribu bibit mangrove di Sumatera Selatan, dukung ekosistem pesisir.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
BPGMN Mulai Bergerak, Tanam Seribu Bibit Mangrove di Sungsang Banyuasin Sumsel
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Sebagai lembaga baru di bawah kendali Presiden Prabowo Subianto, Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) memulai gerakan dengan menanam seribu bibit mangrove pada Sabtu (31/10). Kegiatan itu berlangsung di Desa Wisata Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). 

Wakil Kepala BPGMN Mayjen TNI Sriyanto yang baru dilantik pada 15 Oktober lalu, hadir secara langsung. Dia memimpin kegiatan yang dilaksanakan bersama masyarakat setempat. Dalam keterangannya, dia menyampaikan bahwa agenda itu bukan kegiatan seremonial, melainkan langkah untuk menegaskan komitmen nyata menjaga kelestarian ekosistem mangrove bersama masyarakat.

”Penanaman mangrove ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah awal komitmen kita untuk bersama-sama menjaga ekosistem yang sangat berharga ini. Kita mulai dari seribu bibit hari ini, dan harapannya ke depan dapat terus berkembang lebih luas,” kata dia. 

Jenderal bintang dua TNI AD itu menyatakan bahwa mangrove berfungsi sebagai benteng alami yang bisa melindungi desa-desa pesisir dari ancaman abrasi. Karena itu, masyarakat di sekitar pesisir ditempatkan sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian mangrove. Dia mengajak seluruh masyarakat di pesisir Indonesia bekerja sama.

”Maka pengelolaan mangrove harus dimulai dari desa dan diberdayakan di desa. Karena itu, manfaatnya tidak boleh hanya berhenti pada simpanan karbon semata. Masyarakat harus bisa merasakan manfaat ekonomi secara langsung melalui ekowisata, perikanan, dan kegiatan produktif lainnya,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan tugas yang diberikan oleh negara, BPGMN akan melanjutkan semua tahapan pengelolaan mangrove yang sudah dilakukan. Menurut Sriyanto, itu penting agar instansinya tidak bergerak dari nol. Disamping melakukan penanaman mangrove di lokasi baru, kerusakan mangrove juga menjadi fokus untuk kembali diperbaiki. 

”Yang rusak kami perbaiki, yang baik kami tingkatkan. Kunci keberhasilan ini adalah sinergi seluruh pihak. Pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat,” ujarnya.

Penanaman seribu bibit mangrove di Sungsang IV masuk dalam rangkaian kegiatan BPGMN sepekan belakangan. Jumat (30/10) BPGMN juga melakukan penanaman bambu di lahan gambut terdampak kebakaran di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). 

Selain itu, BPGMN memastikan finalisasi sistem informasi terintegrasi SAGARA terus berjalan. Sistem itu dibangun untuk memperkuat data dan deteksi dini kerusakan ekosistem gambut dan mangrove di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga penanganan ke depan akan lebih baik.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.