Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Budiman Sebut 3 Lawan Prabowo: Neoliberal hingga Populis Agraris

Mantan aktivis yang kini menjadi bagian pemerintah, Budiman Sudjatmiko, mengungkap tiga golongan yang mempunyai pandangan bertentangan dengan Presiden Prabowo.

CNN Indonesia 2 menit baca 0 komentar
Budiman Sebut 3 Lawan Prabowo: Neoliberal hingga Populis Agraris
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, mengungkapkan tiga golongan yang memiliki cara pandang berlawanan dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

Tiga golongan tersebut adalah kaum neoliberal, sosial liberal, dan populis agraris.

"Kaum neoliberalis yang antikemandirian bangsa, kaum sosial liberal yang antikehadiran negara, dan kaum populis agraris yang antikemajuan. Tiga kelompok ini," ucap Budiman dalam 'Dialog Nasional Refleksi 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo Subianto' di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Kamis (22/10).

Budiman menjelaskan satu per satu perihal sifat golongan yang dianggap melawan Prabowo.

"Mereka tidak suka, kaum neoliberal, bangsa ini mandiri, bisa bikin chip sendiri, bisa punya model AI (Artificial Intelligence) sendiri, bisa punya mobil nasional sendiri. Wah, nanti enggak laku mobil kita di Indonesia," kata Budiman.

Kemudian, golongan kaum sosial liberal yang disebutnya takut akan kehadiran negara di dalam sendi-sendi kehidupan.

"Mereka trauma dengan kehadiran negara, nanti otoriter. Disamakan dengan Orde Baru," imbuhnya.

Selanjutnya, kaum populis agraris yang disebut Budiman tidak siap dengan petani atau nelayan yang memiliki cara pandang modern.

"Kaum populis agraris, mereka enggak siap melihat petani itu bisa ngerti pembukuan. Mereka belum bisa terima nelayan itu punya kapal modern. 'Wah, ini enggak rakyat lagi ini kalau nelayannya pakai kapal modern, kalau petani ngerti akuntansi, enggak, petani itu enggak boleh ngerti akuntansi, ngertinya macul saja'. Dia ada romantisme wong cilik. Mereka enggak siap. Itu kaum populis agraris," jelas Budiman.

Penilaian Budiman di atas masih sebatas pandangan personal. Belum ditemukan kajian atau penelitian yang bisa dijadikan bahan rujukan atas klaim tersebut.

(knf/ryn)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.